TOPIK
Opini
-
Opini: Dari Hormuz ke Selat Malaka
Mengapa Amerika begitu agresif di tahun 2026 ini? Jawabannya ada pada psikologi sebuah imperium yang sedang menua.
-
Opini: Kemarau dan Ketahanan Air di Nusa Tenggara Timur
Kemarau yang datang lebih awal harus menjadi dasar untuk memperkuat perencanaan dan tata kelola air secara menyeluruh
-
Opini: Menjaga Kebenaran Informasi, Merawat Mata Air Demokrasi
Setiap informasi dari KPU memiliki bobot yang jauh melampaui sekadar pengumuman kelembagaan. Informasi KPU adalah rujukan.
-
Opini: Iman yang Terkoneksi- Menggugat Kesenjangan Digital dan Spiritual di NTT
Guru di NTT mengajar dengan keterbatasan akses digital, sering kali tanpa dukungan perangkat yang memadai.
-
Opini: Kebangkitan yang Memberi Pengharapan di Tengah Luka NTT
Di banyak keluarga, kita sering mendengar kalimat yang sama: yang penting kita masih bisa bertahan. Kalimat ini terdengar kuat.
-
Opini: Menjahit Ulang Sekolah
Sekolah kita masih terlalu sering dibangun sebagai mesin penyampaian, bukan ruang perkembangan berpikir.
-
Opini: Dilema Strategis Bank NTT di Tengah Tekanan Fiskal, KUB atau Perseroda?
Masuknya Bank Jatim sebagai perusahaan induk membawa implikasi positif, terutama dalam hal penguatan modal dan kapasitas manajerial.
-
Opini: Membaca Ulang Makna Habis Gelap Terbitlah Terang dalam Fenomena Pendidikan Indonesia
Penderitaan utama yang ia soroti bukan semata keterbatasan ruang gerak, melainkan larangan untuk bebas “duduk di bangku sekolah”.
-
Opini: Menantang Patriarki dalam Dialog Antaragama
Gagasan utama Kartini tentang kesetaraan derajat antara laki-laki dan perempuan menjadi dasar dari gerakan emansipasi perempuan.
-
Opini: Taruhan Sikap Ilmiah dalam Nasi Kotak
Siapa pun yang berani berbicara atau bertindak terbalik dari tradisi ini layak disebut subjek. Taruhannya kesetaraan dan sikap ilmiah
-
Opini: Dari Kartini ke Ayah Masa Kini- Fondasi Keluarga Hebat Indonesia
Banyak laki-laki merasa canggung atau bahkan malu untuk terlibat dalam aktivitas rumah tangga karena dianggap bukan tugas laki-laki.
-
Opini: Arsip
Pengarsipan membuat kita bisa mengevaluasi, bahkan memperbaiki hal-hal yang pernah kita kerjakan dan kita catat.
-
Opini: Carut Marut atau Karut Marut?
Karut-marut berarti kusut, kacau tidak keruan, rusuh, bingung, bahkan banyak bohong dan dustanya dalam perkataan.
-
Opini: Melestarikan Alam sebagai Tanggung Jawab Spiritual
Sadar akan kekecilannya ini, manusia seyogyanya tidak pantas berlagak angkuh seolah-olah ia adalah penguasa alam.
-
Opini: Manfaat Filsafat untuk Optimalisasi Pembangunan NTT
Biasakan para pemimpin pemerintahan akrab dengan ilmu filsafat. Tentu saja tidak bermaksud agar semua bupati di NTT belajar filsafat..
-
Opini: Hari Kartini dan Hari Buku Sedunia
Kartini telah mengajarkanpendidikan adalah kunci utama untuk membuka pintu kebebasan, bukan hanya secara fisik, tetapi kebebasan berpikir.
-
Opini: Tangan yang Menenun, Hidup yang Belum Terjalin
Kartini sejati NTT sudah ada. Ia duduk di depan alat tenun sejak pagi buta, menganyam warisan leluhur dengan tangan yang selalu bergerak.
-
Opini: Menanti Veronika di Menara Babel
Veronika adalah keberanian untuk berhenti sejenak di tengah sistem yang terus bergerak, lalu melihat manusia yang terluka.
-
Opini: Referendum Nasional- Menimbang Stabilitas di Tengah Badai Kebebasan
Asalkan memiliki pengikut banyak, seseorang bisa menjadi rujukan politik dan budaya, tak peduli seberapa dangkal isinya.
-
Opini: Tongkat Ini Bukan Bagasi Tetapi Kaki Saya
Difabel adalah individu yang mampu berkarya, bekerja, dan berkontribusi dalam kehidupan masyarakat, selama lingkungan memberi akses setara.
-
Opini - Melihat Permasalahan Air dalam Perspektif Filsafat Thales
Filsuf Yunani kuno, Thales, mengemukakan bahwa air adalah prinsip dasar (arkhē) dari segala sesuatu.
-
Opini: Mencermati Dinamika Perbatasan Negara
Realitas perbatasan yang penuh dinamika, terasa lenyap dalam cakap dan rutinitas keseharian warganya. Batas hanyalah penanda teritorial.
-
Opini: Dunia yang Kehilangan Tatanan
Perubahan sejati berawal dari penataan kembali cinta: apa yang dianggap bernilai, dan bagaimana menempatkannya.
-
Opini: El Nino Godzilla, Potensi Bias Risiko dan Arah Kebijakan
Di Indonesia, fenomena ini sering dibungkus dengan istilah sensasional—Godzilla, seolah ancaman harus diperbesar agar dipercaya.
-
Opini: SiLPA NTT 2025- Ketika Sisa Anggaran Menjadi Cermin Kegagalan Serapan
Secara normatif, keberadaan SiLPA dalam jumlah wajar dapat ditoleransi sebagai bentuk kehati-hatian fiskal.
-
Opini: Martabat Perempuan di NTT dalam Terang Dokumen Mulieris Dignitatem
Ketika tubuh perempuan dilukai, yang dihancurkan bukan hanya fisiknya, tetapi identitas kemanusiaannya.
-
Opini: Saatnya Kita Bangun Masyarakat Interkultural
Selama beberapa dekade pasca-reformasi, diskursus kebangsaan kita terjebak pada euforia "toleransi".
-
Opini - Suanggi Dalam Pertarungan Pengetahuan: Antara Keyakinan Lokal dan Rasionalitas Moderen NTT
Dalam gemarlapnya smartphone di tangan masayarakat NTT, pengetahuan tentang suanggi tetap menjadi sebuah pengetahuan yang hidup.
-
Opini - Budaya yang Mengalir: Reinterpretasi Tradisi Lokal NTT melalui Kosmologi Heraklitos
Masyarakat Nusa Tenggara Timur dihadapkan pada pertanyaan yang tidak sederhana: apakah tradisi harus dipertahankan apa adanya?
-
Opini: Duduk Melingkar Bersama Guru- Proficiat, Prof. Otto Gusti Madung
Sebagai profesor ketiga di Ledalero, setelah Pater Konrad Kebung, SVD dan Pater Guido Tisera, SVD, kehadiran beliau tentu membanggakan.