Senin, 1 Juni 2026

Opini

Opini: Manfaat Digitalisasi Bagi Petani dalam Meningkatkan Usahatani

Sebanyak 90 persen responden menyatakan telah menerapkan informasi digital dalam kegatan usahatani mereka. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI MARYANCE VIVI M. BANA
Maryance Vivi Murnia Bana 

Studi Kasus di Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai

Oleh: Maryance Vivi Murnia Bana
Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian, Unika Santu Paulus Ruteng, Flores.

POS-KUPANG.COM - Perkembangan teknologi digital kini mulai dirasakan dampaknya hingga ke sektor pertanian di wilayah pedesaan. 

Pemanfaatan media digital seperti Youtube, WhatsApp, Facebook, dan Google telah menjadi sumber belajar baru bagi petani dalam mengelola usahatani di Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Survei yang dilakukan pada 16 Mei 2026, menunjukkan bahwa penggunaan media digital memberikan dampak positif terhadap pengetahuan, keterampilan, dan hasil usahatani petani, meskipun disisi lain usahatani juga masih dihadapkan pada berbagai kendala seperti keterbatasan jaringan internet dan rendahnya literasi digital.

Transformasi digital yang melanda berbagai sektor kehidupan juga mulai menyentuh dunia pertanian. 

Baca juga: Opini: Jejak Perjuangan Putera NTT Yoseph Ola Bebe Melawan Belanda

Jika sebelumnya petani hanya mengandalkan pengalaman turun temurun, penyuluhan tatap muka, serta informasi dari sesama petani, kini mereka mulai memanfaatkan media digital sebagai sumber belajar baru. 

Kondisi ini terlihat jelas pada petani di Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Mereka mulai menggunakan berbagai media digital untuk mencari informasi seputar budidaya, pemupukan, pengendalian hama, hingga pemasaran hasil pertanian.

Survei yang dilakukan pada 20 orang petani yang dipilih secara acak menunjukkan bahwa media digital telah menjadi bagian dari aktivitas belajar bertani. 

Berdasarkan hasil survei, diketahui bahwa media digital yang paling banyak digunakan adalah Youtube, dengan persentase sebesar 45 persen. 

Petani menyukai Youtube karena menyajikan informasi dalam bentuk video yang menampilkan praktik langsung di lapangan. 

Melalui video tersebut, petani dapat melihat secara nyata cara menanam, merawat tanaman, membuat pupuk organik, hingga teknik pengendalian hama secara alami. 

Menurut Hidayah et al, (2024),  media sosial terutama Youtube, dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyebarkan informasi pertanian. 

Hal ini dikarenakan Youtube memiliki berbagai fitur yang memudahkan pengguna untuk mengakses dan memahami informasi. 
 
Selain Youtube, WhatsApp juga menjadi media yang cukup populer, digunakan oleh 25 persen petani. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved