Opini
Opini: Magnifica Humanitas- Refleksi Paus Leo XIV atas Perbudakan Digital dan Realitas NTT
Dokumen tersebut menegaskan bahwa kemajuan teknologi hanya memiliki makna sejati jika tetap menghormati martabat manusia.
Oleh: Yohanes Goa
Mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira Kupang, Nusa Tenggara Timur.
POS-KUPANG.COM - Perkembangan teknologi digital pada era sekarang telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia.
Kehadiran internet dan media sosial mengubah cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, dan membangun relasi sosial.
Dunia digital menghadirkan banyak manfaat: mempercepat arus informasi, memperluas akses pendidikan, dan membuka peluang ekonomi baru.
Namun pada saat yang sama, perkembangan ini juga memunculkan persoalan yang semakin kompleks.
Teknologi yang seharusnya membantu manusia kadang justru menguasai manusia. Ensiklik pertama Paus Leo XIV, Magnifica Humanitas, lahir dalam konteks ini.
Dokumen tersebut menegaskan bahwa kemajuan teknologi hanya memiliki makna sejati jika tetap menghormati martabat manusia.
Baca juga: Opini: Satu Momen, Banyak Tafsir- Polemik Gawai Pejabat di Era Digital
Manusia harus tetap menjadi pusat perkembangan zaman, bukan menjadi korban sistem yang diciptakannya sendiri.
Realitas tersebut dapat dibaca dalam konteks sosial Nusa Tenggara Timur ( NTT). Penggunaan media sosial terus meningkat, terutama di kalangan kaum muda.
Seiring perkembangan tersebut, persoalan digital juga semakin nyata: penyebaran hoaks, ujaran kebencian, perundungan daring, hingga eksploitasi terhadap kelompok rentan.
Salah satu kasus yang sempat menjadi perhatian publik ialah beredarnya video dugaan eksploitasi anak di Kupang yang viral di media sosial dan kemudian ditindaklanjuti aparat kepolisian.
Kasus ini memperlihatkan bagaimana media sosial dapat menjadi ruang yang mengabaikan martabat manusia.
Ketika penderitaan seseorang lebih dilihat sebagai bahan konsumsi publik daripada sebagai tragedi kemanusiaan, manusia sedang dipindahkan dari posisi subjek menjadi objek.
Dalam Magnifica Humanitas, Paus Leo XIV mengingatkan bahwa salah satu bahaya terbesar perkembangan teknologi ialah ketika manusia mulai dinilai berdasarkan fungsi, keuntungan, atau kegunaannya semata.
Kritik Paus sebenarnya tidak diarahkan pada teknologi itu sendiri, sebab Gereja tidak menolak kemajuan ilmu pengetahuan. Yang dikritik adalah cara berpikir yang menjadikan manusia sekadar alat bagi sistem ekonomi, politik, atau teknologi.
Magnifica Humanitas
Yohanes Goa
Opini Pos Kupang
Unwira Kupang
harkat dan martabat manusia
Tuhan Memulihkan Martabat Manusia
Meaningful
NTT
Nusa Tenggara Timur
| Opini - Membangun Kesadaran Ekologis Kota Kupang: Sebuah Refleksi Kosmologis |
|
|---|
| Opini - Refleksi Budaya Lokal NTT dalam Terang Stoisisme |
|
|---|
| Opini: Menalar Konflik Film Pesta Babi dalam Perspektif Politik Pengakuan |
|
|---|
| Opini: Apakah Beribadah dapat Mencegah Terjadinya Bunuh Diri? |
|
|---|
| Opini: Satu Momen, Banyak Tafsir- Polemik Gawai Pejabat di Era Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Yohanes-Goa-Mahasiswa-Fakultas-Filsafat-Unwira.jpg)