Opini
Opini - Digitalis Humanitas dan Kearifan Lokal NTT di Tengah Revolusi AI
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sedang mengubah dunia dengan sangat cepat, termasuk di Nusa Tenggara Timur.
Opini - Digitalis Humanitas dan Kearifan Lokal NTT di Tengah Revolusi AI
Oleh: Alvarez Kristoforus
Mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira Kupang
POS-KUPANG.COM - Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sedang mengubah dunia dengan sangat cepat, termasuk di Nusa Tenggara Timur.
Dalam situasi itu, gagasan Digitalis Humanitas menjadi semakin penting: teknologi harus melayani manusia dan menjaga martabat manusia, bukan sebaliknya mengendalikan manusia. Pesan ini menjadi inti ensiklik Magnifica Humanitas yang diterbitkan Paus Leo XIV tahun 2026.
Di tengah perluasan dunia digital, pesan tersebut sangat relevan bagi NTT yang sedang bergerak menuju transformasi teknologi, tetapi tetap memiliki kekuatan budaya lokal yang menempatkan manusia sebagai pusat kehidupan bersama. NTT hari ini tidak lagi berada di pinggir perkembangan digital.
Per Maret 2026, penggunaan internet di berbagai wilayah terus meningkat. Kupang sebagai pusat provinsi menjadi ruang pertumbuhan ekonomi digital yang cukup aktif.
Di Flores, Timor, Rote, Sumba, dan Alor, teknologi digital mulai masuk ke sektor pendidikan, UMKM, pelayanan publik, dan komunikasi masyarakat.
Mahasiswa memanfaatkan internet untuk jurnal akademik dan AI untuk membantu pembelajaran. Produk lokal seperti tenun ikat, hasil laut, kopi, dan kerajinan mulai dipasarkan melalui platform digital.
Pemerintah daerah juga mendorong digitalisasi administrasi dan layanan publik. Namun perkembangan itu membawa tantangan yang nyata. Tidak semua wilayah memiliki akses internet yang stabil. Literasi digital masyarakat juga belum merata. Informasi palsu dan manipulasi media sosial semakin mudah tersebar.
Kehadiran AI bahkan mulai menimbulkan pertanyaan baru: apakah teknologi akan membantu masyarakat berkembang atau justru memperbesar ketimpangan antara daerah yang sudah terhubung dan daerah yang masih tertinggal?
Di titik inilah Digitalis Humanitas menjadi penting sebagai arah etis dan sosial bagi masa depan digital di NTT.
Melalui infografik Magnifica Humanitas terlihat jelas bagaimana Paus Leo XIV membaca perkembangan AI. Intinya sederhana tetapi mendasar: manusia harus tetap menjadi pusat.
Paus menegaskan bahwa AI adalah hasil kemampuan manusia yang luar biasa, tetapi tidak boleh berkembang tanpa arah moral. Teknologi harus dipakai untuk melayani kehidupan manusia, menjaga kebenaran, mendukung keadilan sosial, dan membangun perdamaian.
Pendekatan Paus setidaknya terlihat dalam empat hal utama. Pertama, martabat manusia. Manusia tidak boleh dipandang hanya sebagai data atau angka digital.
Kedua, keadilan sosial. Teknologi tidak boleh dikuasai kelompok tertentu hingga memperbesar jurang sosial. Ketiga, etika perdamaian. AI tidak boleh menjadi alat manipulasi, dominasi, atau kekerasan.
Opini - Digitalis Humanitas dan Kearifan Lokal NTT
Alvarez Kristoforus
revolusi AI
Digitalis Humanitas
Nusa Tenggara Timur
POS-KUPANG.COM
artificial intelligence (AI)
| Opini: Kekuatan Narasi Digital- Pesta Babi dan Perebutan Pengaruh Setelahnya |
|
|---|
| Opini: Di Balik Turunnya NPL- Sinyal Risiko Kredit Bank NTT |
|
|---|
| Opini - Membaca Kasus Pantai Binongko Labuan Bajo dengan Kacamata Cleanthes |
|
|---|
| Opini: Mencari Makna Hidup di Tengah Semesta yang Terus Berevolusi |
|
|---|
| Opini: Magnifica Humanitas- Refleksi Paus Leo XIV atas Perbudakan Digital dan Realitas NTT |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Alvares-Kristoforus-ok.jpg)