TOPIK
Puisi
-
Puisi Jalan Lurus adalah puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Puisi Bakal Calon merupakan puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Buka Ruang adalah puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Sumba Barat Daya.
-
Puisi berjudul Mengubah Kenyataan merupakan karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Sumba Barat Daya.
-
Puisi berjudul Tambolaka Bukan Kota Mati merupakan puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Catatan Merah adalah puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Puisi berjudul Pergi Jauh merupakan karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Puisi Sebelum Berangkat adalah puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Puisi berjudul Taman Sebelah merupakan puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan Nusa Tenggara Timur asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Puisi Langit Tergores Merah merupakan puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT yang berdomisili di Tambolaka Sumba Barat Daya.
-
Puisi berjudul Suara dari Kamar Kosong adalah puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan Nusa Tenggara Timur (NTT) asal Tambolaka, Sumba Barat Daya.
-
Puisi berjudul Masih Ada Hari Esok adalah puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berdomisili di Tambolaka, SBD.
-
Sastrawan asal Tambolaka Sumba Barat Daya Aster Bili Bora terus menghasilkan puisi dan artikel lainnya. Puisi Pesta Semalam ditulis Aster di Tambolaka
-
Puisi berjudul Bapak Bupati merupakan puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan Nusa Tenggara Timur (NTT) asal Kabupaten Sumba Barat Daya.
-
Puisi Tamera ditulis oleh sastrawan asli Sumba Aster Bili Bora, melukiskan alam Sumba yang indah dan penduduknya yang ramah dan menjadi daya tarik.
-
Masalah boleh ada, tetapi kearifan tidak boleh kalah. Kalau bertambah masalah, maka hendaknya bertambah pula strategi dan cara penanganannya.
-
Manusia memiliki harkat, martabat dan nilai yang sangat luhur. Namun saat ini di mata pelaku kejahatan manusia adalah barang dan binatang yang dijual
-
Keterbelakangan dan kemiskinan di tanah kelahiran tidak menjadi bagian kegelisahan ketika sudah sukses di kota.
-
Ketika akan diproses lebih lanjut berdasarkan undang-undang dan ketentuan yang berlaku, aku bilang pada polisi: bebaskan dia.
-
Aster Bili Bora, sastrawan asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, kali ini menerbitkan sebuah puisi berjudul "Nasib Orang Bodoh".
-
Puisi Romy Sogen: Jumpa dalam Jalan Salib. Puisi Itho Halley:
Surat dari Seberang.
-
Puisi-Puisi Veran Making: Kesementaraan/Jika Mencintai
Tanpa menghitung-hitung
-
Puisi-Puisi Mauritius Van Pranata, Aku Kau Adalah Jarak
Kulihat tatap dengki, kini...
-
Puisi-Puisi Pos Kupang, Melki Deni, Di Beranda Perpusatkaan, Di Terminal, Hujan Berbau agama.
-
Puisi Epi Muda; Di dalam derai hujan, aku menemukan jumbai rokmu, yang sekali-kali di sibak oleh angin dan air hujan.
-
Puisi-Puisi Veran Making: Sunyi Yang Mengingat/di sini rumah yang menabur segala harapan.
-
Puisi-Puisi Rommy Sogen; Tentang Rindu, Cerita di Rumah Tuhan, Sajak dari Beranda Rumah. Puisi-Puisi Fergi Darut;Lebih Tabah dari Doa.
-
Puisi-Puisi Prim Nakfatu: Maloi Surga, Duni Bisu,Sajak. Bapa bo'i matono di ina bo'i, Maloi laut di Teluk Kupang.
-
Puisi-Puisi Bruno Rey Pantola: Di Hadapan Sebuah Patung Batu,Puisi Yetva Softiming Letsoin: Ibu-Ku, Perempuan Indah Perkasa.
-
Puisi-Puisi Yandris Tolan: Agustalia, Kukenang ribuan musim bersamamu.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved