Puisi

Puisi - Jalan Lurus

Puisi Jalan Lurus adalah puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan NTT asal Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.

|
Editor: Agustinus Sape
POS-KUPANG.COM/PO-ASTER BILI BORA
Ilustrasi Jalan Lurus. Inilah jalan protokol menuju Bandara Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat. 

Puisi: Aster Bili Bora

 

Jalan via Dolorosa minta ampun…

Berliku-liku, mendaki, dan menurun

Sudah tidak dihitung berapa yang korban

Heran, tidak ada yang memilih jalan lain

Berpikir ikut jalan lurus kapan tiba tujuan

Sudahlah, hidup ini singkat dan sementara

Percuma, percuma kalau selalu pikir dosa

Surga atau neraka bukanlah urusan

Selama nyawa masih ada makanlah dulu

Setelah mati apa yang terjadi terjadilah.

 

Mungkin belum terasa betapa sakitnya

Digilas roda kecewa, kesal, curiga, dan takut

Mungkin belum menyadari betapa halusnya

Dinina-bobo iri hati, dengki, dan sombong

Namun cobalah sesekali engkau bayangkan

Sebuah kenyataan dunia sudah kiamat total

Segalanya musnah, tinggal puing-puing semata

Bersyukur engkau seorang diri yang masih ada

Di situlah engkau mengetahui dan menyadari

Hidup tanpa siapa-siapa ternyata amat janggal.

 

Tambolaka, 12 April 2023

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved