Puisi

Bapak Bupati

Puisi berjudul Bapak Bupati merupakan puisi karya Aster Bili Bora, sastrawan Nusa Tenggara Timur (NTT) asal Kabupaten Sumba Barat Daya.

|
Editor: Agustinus Sape
Foto: India Today
Ilustrasi anak yang terbuang berharap untuk mendapat pekerjaan 

POS-KUPANG.COM - Bayi yang terbuang hidup di tangan orang lain. Mama kawin dengan laki-laki lain di tempat jauh. Bapak juga demikian kawin dengan perempuan lain, entah yang ke berapa.

Dendam anak buangan tetap tersimpan di relung jiwa. Menderita lahir batin di tangan pengasuh yang bukan orang tua kandung.

Ketika sudah remaja, anak buangan ingin menikmati kebebasan. Mungkin ke kota mencari kerja. Biar upah kecil, asalkan bisa merdeka.

Tetapi dendamnya tidak akan hilang. Jawaban: bapakku bupati, mamaku selingkuh adalah ungkapan kemarahan dan benci yang teramat dalam terhadap bapak-mama yang melahirkan tanpa kasih sayang.

Demikianlah intisari puisi Bapak Bupati karya Aster Bili Bora.

Bapak Bupati 

Puisi: Aster Bili Bora

Remaja 14 tahun baju lusuh

jalan gontai tanpa alas kaki

Mau jadi buruh kasar di kota

Di ruang tamu terpajang foto

Kenangan 50 tahun yang lalu

Hatiku sedih tiada duanya

Lelaki yang kini depan mata

Harap kerja biar upah murah

Seperti diriku masa lalu.

Bapaknya nama Bupati

Mamanya nama Selingkuh

Ampun! Ampun!

Masih sekolah hamil

Takut malu buang anak

Mama lari hilang-hilang

Di rantau dengan laki lain.

 

Tambolaka, 10 Februari 2023

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved