Opini
Opini: Generasi Cepat Bosan dan Matinya Kedalaman Berpikir
Menghidupkan kembali budaya membaca dan melatih konsentrasi mungkin terasa tidak menarik di tengah derasnya hiburan instan.
Membaca satu artikel secara mendalam setiap hari, menyelesaikan satu bab buku setiap minggu atau mematikan notifikasi gawai selama beberapa waktu merupakan langkah sederhana yang dapat membantu memulihkan kemampuan untuk memberi perhatian secara penuh.
Kemampuan berkonsentrasi, seperti halnya keterampilan lain, akan berkembang jika dilatih dan akan melemah jika terus diabaikan.
Catatan akhir
Tidak ada peradaban besar yang lahir dari perhatian yang terpecah-pecah. Pengetahuan, inovasi, kebijakan publik yang berkualitas, maupun karya-karya besar dalam sejarah manusia tumbuh dari kemampuan untuk membaca, merenung dan berpikir secara mendalam.
Karena itu, tantangan terbesar kita hari ini bukan sekadar menghadapi banjir informasi, melainkan menjaga agar kemampuan berpikir tidak tenggelam di dalamnya.
Menghidupkan kembali budaya membaca dan melatih konsentrasi mungkin terasa tidak menarik di tengah derasnya hiburan instan.
Namun, kemampuan untuk memberi perhatian secara penuh, memahami persoalan secara mendalam dan berpikir secara kritis merupakan fondasi yang menentukan kualitas suatu bangsa.
Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, mungkin justru kita perlu belajar untuk sesekali melambat, membuka buku dan memberi ruang bagi pikiran untuk bekerja lebih dalam.
Saatnya meletakkan gawai sejenak, mengambil buku dan mulai berpikir lagi.(*)
Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
Febrianto Damasius Ginting
Opini Pos Kupang
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
cepat bosan
Era Banjir Informasi
Meaningful
| Opini: Menjaga Stabilitas Pasar NTT di Tengah Badai Pelemahan Rupiah |
|
|---|
| Opini: Dua Tiang Sakral Perkawinan Tetun |
|
|---|
| Opini: Rutin MeNaRi, Gerakan Sederhana untuk Mendeteksi Korsleting Jantung |
|
|---|
| Opini: Subuh, Altar, dan Rahasia Kehidupan Seminari |
|
|---|
| Opini: Menanamkan yang Tepat- Pendidikan Sejati Menurut Kacamata Parmenides |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ilustrasi-main-ponsel.jpg)