Senin, 8 Juni 2026

Opini

Opini: Menanamkan yang Tepat- Pendidikan Sejati Menurut Kacamata Parmenides

Di Kota Kupang yang mengalami perkembangan  pesat, pendidikan karakter dilihat sebagai penyangga yang sangat krusial. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI YOSEPH SURI BITIN
Yoseph Suri Bitin 

Oleh: Yoseph Suri Bitin
Mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Widya Mandira Kupang, Nusa Tenggara Timur.

POS-KUPANG.COM - Pemerintah Kota Kupang baru-baru ini kian gencar menekankan pentingnya peran para guru TK yang berani menanamkan fondasi karakter, nilai-nilai kehidupan dan semangat belajar sejak usia dini. 

Hal ini yang disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menghadiri dan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Kupang. 

Ungkapannya ini tentu menjadi perhatian para guru TK terutama dalam mendidik anak-anak di lingkungan sekolah. 

Mungkin ungkapan tersebut bukan hanya untuk para guru TK tetapi juga bagi para orang tua yang bertindak sebagai guru pertama dan utama dalam keluarga untuk mendidik anak-anak mereka sejak usia dini. 

Baca juga: Opini: Perang Melawan Sampah Plastik di NTT 

Ini akan membantu banyak orang untuk menyadari bahwa sekolah bukan sebagai lembaga yang berfungsi untuk menyalurkan pengetahuan dan keterampilan yang bersifat teknis saja tetapi juga sebagai lembaga yang menyediakan berbagai bentuk kesempatan untuk membangun fondasi kepribadian anak yang kuat. 

Upaya yang dilakukan ini tentu sangat diharapkan dan diberi apresiasi yang tinggi. 

Namun, jika dikaji lebih dalam lagi dari kacamata filsafat klasik yaitu Parmenides, sangat membantu mempertajam dan mendasarkan pemahaman kita tentang makna pendidikan yang sesungguhnya.

Parmenides merupakan filsuf Yunani Kuno. Ia kerap dikenal dengan sebutan bapak metafisika. 

Dia dikenal karena teorinya tentang prinsip pokok kosmologinya bahwa realitas sejati adalah sesuatu yang tunggal, utuh, abadi, dan tidak berubah. 

Namun sebaliknya sesuatu yang tampak berubah, muncul, dan lenyap menurut penglihatan mata kita, semunya itu hanyalah penampakan atau ilusi dari indra semata. 

Ia juga membedakan secara jelas dengan pandangannya tentang “jalan pendapat” yang mendasari kesan indra yang selalu berubah dan “jalan kebenaran” yang bisa dicapai melalui akal budi untuk memahami hakikat yang tetap ada. 

Prinsip ini juga dilihat lebih lanjut memiliki relevansi yang kuat dengan arah dan tujuan pendidikan di tengah derasnya arus perubahan zaman ini.

Banyak kali kita cenderung terjebak dalam “jalan pendapat” dalam memandang pendidikan. 

Kita cenderung menilai keberhasilan sekolah dari seberapa cepat anak menguasi teknologi terbaru, seberapa tinggi nilai yang diperoleh saat ujian, seberapa relevan pelajaran yang diberikan sesuai tuntutan kerja di zaman sekarang. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved