Jumat, 12 Juni 2026

Opini

Opini: Dari Miangas hingga Rote, Kita Bersorak untuk Dunia Bukan untuk Indonesia

Di antara negara-negara yang menjadi favorit publik tahun ini terdapat Portugal, Argentina, Brasil, Prancis, Inggris, Jerman, dan Spanyol. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI DAMASUS LADOLALENG
Damasus Lodolaleng 

Oleh: Damasus Lodolaleng
Penggemar sepak bola, tinggal di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

POS-KUPANG.COM - Dunia kembali berhenti sejenak untuk menyaksikan sebuah peristiwa yang melampaui batas negara, bahasa, agama, dan budaya. Piala Dunia FIFA 2026 resmi dimulai. 

Dari kota-kota besar di Eropa hingga desa-desa kecil di Afrika, dari kawasan Amerika Latin hingga pelosok Asia hingga ke nusateggara  miliaran manusia menyatukan perhatian mereka pada satu hal yang sama, sepak bola. 

Piala Dunia bukan sekadar turnamen olahraga. Ia telah menjadi panggung peradaban modern tempat bangsa-bangsa menunjukkan kualitas sumber daya manusianya, kemampuan mengelola organisasi, kekuatan sistem pembinaan, serta keberhasilan membangun identitas nasional melalui olahraga. 

Baca juga: Elfrid Veisal Saneh: Prancis Siap Mengobati Luka Lama di Final Piala Dunia 2022 

Di atas lapangan hijau, yang bertanding bukan hanya sebelas pemain, melainkan hasil dari puluhan tahun kerja keras, investasi, pendidikan, disiplin, dan perencanaan sebuah negara.

Tahun ini menjadi semakin istimewa karena untuk pertama kalinya Piala Dunia diikuti oleh 48 negara. 

Jumlah peserta yang lebih banyak memberikan peluang yang lebih besar bagi negara-negara berkembang untuk tampil di panggung dunia. 

Negara dengan jumlah penduduk kecil, ekonomi terbatas, bahkan negara yang pernah mengalami konflik berkepanjangan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan eksistensinya. 

Di antara negara-negara yang menjadi favorit publik tahun ini terdapat Portugal, Argentina, Brasil, Prancis, Inggris, Jerman, dan Spanyol. 

Portugal menjadi salah satu contoh menarik. Negara yang jumlah penduduknya hanya sekitar sepuluh juta jiwa itu mampu menjadi kekuatan sepak bola dunia dan melahirkan pemain legendaris seperti Cristiano Ronaldo. 

Portugal membuktikan bahwa ukuran sebuah negara tidak selalu menentukan ukuran prestasinya. Yang menentukan adalah kualitas sistem yang dibangun secara konsisten dari generasi ke generasi.

Namun di tengah kemeriahan itu, satu pertanyaan kembali muncul di benak masyarakat Indonesia. Di manakah Indonesia berada?

Jawabannya masih sama seperti empat tahun lalu, delapan tahun lalu, bahkan puluhan tahun sebelumnya. Indonesia kembali tidak tampil di Piala Dunia.
 
Kenyataan ini terasa ironis. Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa. 

Indonesia memiliki jutaan anak yang bermain sepak bola setiap hari. Hampir setiap daerah memiliki lapangan sepak bola. 

Di sekolah, kampung, kota, hingga desa, sepak bola menjadi olahraga yang paling populer. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved