Sabtu, 30 Mei 2026

Opini

Opini: Membangun Kesadaran Ekologis Pemilih Pemula di Era Digital

Pemilu hijau tidak cukup dimaknai hanya sebagai pengurangan baliho, kampanye digital, atau larangan menempel atribut kampanye di pohon. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI DAMASUS LODOLALENG
Damasus Lodoaleng S.Pd.,M.Pd.,Gr 

Dengan kemampuan teknologi yang mereka miliki, generasi muda dapat menjadi agen perubahan dalam membangun budaya demokrasi yang lebih ramah lingkungan.

Demokrasi hijau tidak hanya menjadi teori politik, tetapi dapat diintegrasikan secara nyata dalam proses pembelajaran di sekolah. 

Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan, melainkan ruang pembentukan karakter generasi muda yang sadar lingkungan, kritis terhadap kebijakan publik, serta bertanggung jawab terhadap masa depan bumi.

Membangun kesadaran ekologis pemilih pemula berarti mempersiapkan generasi muda yang mampu memahami bahwa memilih pemimpin bukan sekadar soal popularitas atau janji politik, tetapi tentang memilih masa depan lingkungan hidup yang lebih baik. 

Generasi muda perlu diyakinkan bahwa setiap pilihan politik memiliki konsekuensi terhadap keberlanjutan alam, kualitas hidup masyarakat, dan masa depan bumi yang akan mereka warisi. (*)

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved