Opini
Opini: Jutaan Pekerja Informal Menggerakkan Ekonomi NTT
Tenaga kerja menjadi penggerak utama roda perekonomian, baik melalui sektor formal maupun informal.
Peran Sensus Ekonomi 2026 dalam Memotret Usaha
Oleh: Fransiska Alda Setyani Beru Sembiring
BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur
POS-KUPANG.COM - Perekonomian di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) tidak terlepas dari peran masyarakat yang aktif bekerja dan menjalankan berbagai aktivitas ekonomi.
Tenaga kerja menjadi penggerak utama roda perekonomian, baik melalui sektor formal maupun informal.
Karena itu, keberadaan angkatan kerja memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Februari 2026 di NTT sebesar sebesar 76,94 persen.
Baca juga: Opini: Sensus Ekonomi 2026- Memetakan Lanskap Ekonomi Digital NTT
Angka ini mengalami peningkatan sebesar 1,13 persen poin jika dibandingkan Februari 2025 yaitu sebesar 75,81 persen.
Sebanyak 100 ribu penduduk usia kerja di NTT masuk sebagai angkatan kerja pada Februari 2026.
TPAK merupakan indikator yang dapat menggambarkan besarnya proporsi penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi di suatu wilayah.
Berdasarkan status pekerjaan, kegiatan penduduk bekerja dapat dikategorikan menjadi kegiatan formal dan informal.
Mayoritas pekerja di NTT masih berada pada sektor informal. Berdasarkan data Sakernas Februari 2026 yang dirilis oleh BPS, tercatat penduduk yang bekerja pada sektor infomal di NTT sebanyak 2,32 juta jiwa atau sebesar 75,28 persen.
Tren pekerja informal di NTT ini mengalami peningkatan sejak Februari 2024 hingga Februari 2026.
Pada Februari 2024 tercatat pekerja informal di NTT sebanyak 2,20 juta jiwa atau sebesar 74,17 persen dan pada Februari 2025 sebesar 2,22 juta jiwa atau 74,42 persen.
Struktur ketenagakerjaan di NTT masih didominasi oleh pekerjaan yang bersifat informal, seperti berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap/pekerja keluarga/tidak dibayar, pekerja bebas di sektor pertanian dan nonpertanian, pekerja keluarga/tidak dibayar.
Peningkatan proporsi pekerja informal dari tahun ke tahun juga menunjukkan bahwa penciptaan lapangan kerja formal belum mampu mengimbangi kebutuhan dari angkatan kerja yang ada di NTT.
Sektor informal bagaikan oase di padang gurun. Pintu masuknya yang relatif mudah dimasuki oleh masyarakat membuat penyerapan tenaga kerja di sektor ini menjadi sangat besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ilustrasi-Sensus-Ekonomi.jpg)