Berita Eksklusif
8 Icon Baru Kota Kupang dan Filosofinya
Kota Kupang menjadi kota yang modern, indah, menarik dan nyaman, tidak hanya bagi masyarakat Kota Kupang.
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pemerintah Kota Kupang menghadirkan delapan icon baru setelah merevitalisasi taman-taman. Sebagai ruang terbuka hijau (RTH), taman juga dijadikan tempat rekreasi dan aktifitas ekonomi. Interaksi sosial pun terjadi. Wajah kota lebih hidup dan modern.
Enam taman dibangun selama tahun 2019, yaitu Taman Adipura di Jalan Adisucipto, Taman Patung Kasih di perempatan Jalan Piet Tallo dan Jalan Herman Johannes, Taman Patung Sonba'i di Jalan Urip Sumohardjo.
Berikutnya, Taman Tagepe di Jalan Sam Ratulangi dan Alun-alun Kota di Jalan Timor Raya. Sebelumnya, pada tahun 2018, pemkot membangun Taman Tirosa di Jalan Bundaran PU dan Taman Fontein, Kelurahan Fontein.
• Gubernur NTT: Kalau Pemimpin Bodoh dan Pemalas, Daerahnya Tertinggal Terus
Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore mengungkap latar belakang merevitalisasi enam taman. Ia pernah mendengar hal yang kurang mengenakan tentang Kota Kupang saat masih menjadi anggota DPR RI.

"Waktu ada kunjungan kerja ke Kota Kupang. Teman saya bertanya, Pak Jefri, Kota Kupang masih jauh yah? Padahal kami sudah masuk di kompleks Bundaran Tirosa. Ini indikasi bahwa mereka belum menganggap Kota Kupang ini merupakan sebuah kota," ungkap Jefri saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/1).
Menurut Jefri, revitalisasi enam taman merupakan aktualisasi visi Pemkot Kupang, yakni Terwujudnya Kota Kupang yang layak Huni, Cerdas, Mandiri dan Sejahtera dengan Tatakelola Bebas KKN.
• Buang Air Kecil Berujung Maut, Ibu Muda Telepon Suami Usia Bunuh Balita 2 Tahun
Ia ingin Kota Kupang menjadi kota yang modern, indah, menarik dan nyaman, tidak hanya bagi masyarakat Kota Kupang, tetapi siapapun yang datang berkunjung.
"Dengan mewujudkan visi ini kita sesungguhnya mewujudkan visi besar pemerintah pusat. Kota Kupang bagian dari Indonesia, Kota Kupang harus menjadi kebanggaan kita bersama," ucap Jefri.
Pemkot Kupang kemudian membuat gebrakan dengan tagline Ayo Berubah.
Ayo Berubah bermakna ajakan kepada semua elemen untuk bergerak secara kolaboratif terlibat dalam pembangunan Kota Kupang, yang partisipatif menuju kota modern.
• Ramalan Zodiak Besok Kamis 16 Januari 2020 Cancer dengan Kekasih, Gemini Ikut Kata Hati, Zodiak Lain
"Berubah artinya melaksanakan berbagai program pembangunan secara kreatif dan inovatif, cepat, tepat, efektif dan efisien dalam ciri kota modern. Masyarakat bukan lagi objek tapi menjadi subjek pembangunan, yang berperan penting mewujudkan kota yang maju dan mandiri," tandasnya.
Jefri mengakui beberapa taman belum selesai, di antaranya Taman Patung Tirosa, Taman Tagepe dan Alun-alun Kota. Semuanya akan dirampungkan dalam tahun 2020 ini.
Ketua DPD Partai Demokrat NTT ini menjelaskan satu per satu taman yang direvitalisasi beserta filosofinya.
• VIDEO: Ramalan Zodiak Cinta Lengkap Rabu 15 Januari 2020 Aries Bergejolak Libra Mana Tahan Zodiakmu?
Taman Adipura, letaknya di Jalan Adi Soecipto Penfui. Siapapun yang berkunjung ke Kota Kupang melalui jalur udara, pertama yang dilihat adalah Taman Adipura. Tugu Adipura menjadi kekhasan taman ini.
Tugu Adipura dibangun tahun 1995 untuk mengenang Kota Administratif Kupang yang saat itu meraih piala Adipura, penghargaan kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Bertahun-tahun taman ini tidak dirawat.

Taman Patung Kasih. Letaknya tidak jauh dari Taman Adipura, di perempatan Jalan Piet Tallo dan Jalan Herman Johannes. Terdapat tulisan dalam bahasa Timor: Uis Neno Nokan Kit. Artinya Tuhan memberkati kita. Kekhasan taman ini pada patung tangan yang terbuka melepas merpati disertai enam patung manusia masing-masing melepas seekor merpati.
• Cek Ramalan Zodiak Cinta Rabu 15 Januari 2020 Gemini Siap Nikah? Leo Galau Pisces Stop Ngemis Cinta
Uis Neno Nokan Kit dari bahasa Timor mengingatkan bahwa Ibu Kota Provinsi NTT berada di tanah Timor. Selain itu merupakan doa terutama bagi yang datang berkunjung ke Kota Kupang.
Patung tangan terbuka melepas burung merpati menegaskan bahwa Kota Kupang adalah Kota Kasih dan ajakan kepada semua untuk saling berbagi kasih. Sementara enam patung manusia yang mengitari patung tangan terbuka merupakan enam suku besar di NTT, yakni Sabu, Rote, Alor, Sumba, Flores dan Timor.
Patung Tirosa. Tirosa singkatan dari Timor Rote Sabu. Patung ini merupakan monumen pengingat persatuan tiga wilayah yang membentuk Kabupaten Kupang tempo dulu (Kupang di Timor, Pulau Rote dan Pulau Sabu).
• Mendiang Lina Mantan Istri Sule Meninggalkan Warisan Mencapai Rp 10 Miliar, Siapa yang Berhak?
Sosok-sosok beton pada monumen itu adalah tokoh dari tiga wilayah tersebut, yaitu Pahlawan Nasional Prof Dr Herman Johannes (mewakili Rote), El Tari (Gubernur pertama NTT, mewakili Sabu), dan Raja Amarasi Hendrik Arnold Koroh (tokoh penentang Belanda).
Patung Tirosa merupakan salah satu monumen terpenting di Kota Kupang saat ini sebab dianggap gerbang penyambut tamu yang masuk dari wilayah Timur (Bandara El Tari).
Jefri menjelaskan, sebelumnya Taman Tirosa kumuh dan tak tertata. "Patung Tirosa merupakan patung tiga tokoh kebanggan Kota Kupang yang mewakili budaya Timor, Rote dan Sabu. Harus terus dilestarikan dan ditata sehingga generasi muda tetap berbangga memiliki monumen icon yang mewakili 3 budaya tradisional yang ada di Kota Kupang ini," tegasnya.
• 5 Tahun, SSP Dampingi 619 Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan di TTS
Taman Sonbai. Di sana ada monumen Pahlawan Sonbai. Patung Sonbai merupakan sebuah patung equestrian yang berdiri di atas landasan berbentuk nyaris kubus. Letaknya di Kelurahan Bonipoi, tepat di depan Perpustakaan Daerah NTT dan Gereja Katedral Kristus Raja Kupang.
Jefri mengatakan Taman Patung Sonbai merupakan icon yang menampilkan seorang pahlawan kebanggan masyarakat NTT dari suku Timor, sebelumnya terlihat tidak terurus selama bertahun-tahun.
"Monumen peringatan kepahlawanan kebanggan masyarakat harus ditata dan ditempatkan pada posisi yang sebenarnya, agar filosofi perjuangan Sonbai tidak asing bagi generasi muda kita," terangnya.
• Simak Video - Rizky Febian Persembahkan Lagu Khusus untuk Ibunda Lina Jubaedah
Selain itu, kata Jefri, penataan lampu dibuat sedemikian rupa dari ukuran yang kecil ke ukuran yang besar hendak melukiskan arti perjuangan Sonbai dari hal-hal kecil, sedikit demi sedikit sampe besar dan menjadi seorang Pahlawan.

Taman Tagepe letaknya di Jalan Sam Ratulangi. Tagepe singkatan dari Taman Generasi Penerus. Dari namanya, ini diperuntukan bagi anak-anak, remaja, anak sekolah dan mahasiswa. Taman ini dijadikan tempat bermain, berdiskusi dan mencari ide.
Mengenai Taman Ina Bo'i, Jefri menjelaskan bahwa sebelumnya tidak terurus dengan baik. Kondisi Patung Ina Bo'i sudah mulai rusak karena tidak tahan terhadap cuaca. "Kita sudah kaji dengan baik termasuk bentuk Sasando, jadi itu kita buat persis sesuai dengan Sasando alat musik dari Rote, bentuknya dan macam-macam," jelas Jefri.
• TNI Rekrut Perwira Khusus Tenaga Kesehatan untuk D3 dan S1, Begini Cara Lamarnya
Suami Hilda Manafe ini mengatakan, monumen prestisius menunjukan bahwa alat musik khas Rote yang sudah mendunia tersebut menjadi kebanggaan masyarakat Kota Kupang.
Menurutnya, Taman Ina Bo'i dibangun untuk memperindah alun-alun kota yang merupakan konsep lama sejak kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, Daniel Adoe dan Daniel Hurek.
"Penataan RTH Taman Ina Bo'i sebenarnya sudah out of date, tetapi kita terikat karena (desainnya) sudah dibayar (pemerintahan) sebelumnya sehingga kita melanjutkan pengerjaannya agar tidak terjadi kerugian negara. Kami menatanya dengan menambah pohon-pohon sekelilingnya dan juga penerangan/lampu-lampu hiasnya," ujarnya.
Gelontor Rp 12 Miliar
Pemkot Kupang menggelontorkan anggaran Rp 12 miliar lebih untuk merevitalisasi enam taman. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Taman Kota Kupang, Jeane PG Hadjon, ST MM menyebut revitalisasi Taman Ina Bo'i menelan biaya terbesar, yaitu Rp 4,9 miliar.
• Pilkada Belu 2020, Willy Lay-Ose Luan Tetap Lanjut
"Pembangunan Taman Ina Bo'i menelan biaya paling besar, Rp 4,9 miliar. Karena di taman ini ada pembuatan Patung Ina Bo'i berbahan dasar Kuningan yang menelan biaya hingga Rp 900 juta. Patung ini dikerjakan oleh seniman asal Yogyakarta, Amboro Lireng yang sudah malang melintang di dunia seni rupa," terang Jeane saat ditemui di Kantor Dinas PUPR Kota Kupang, Sabtu (11/1).

Ia menjelaskan, ada tiga komponen Patung Ina Bo'i yakni, patung Sasando berukuran besar dengan tinggi 6 meter, satu patung Sasando berukuran kecil dengan tinggi 2 meter dan patung perempuan tinggi tiga meter yang sedang duduk bermain Sasando kecil.
Menurut Jeane, awalnya Patung Ina Bo'i direncanakan dibuat dari fiber, namun karena pertimbangan ketahanan terhadap cuaca maka diputuskan bahan dasarnya dari kuningan.
• Pura-pura Pindah Agama Pria di Kalimantan Tengah Tipu & Gasak Harta Ustadz, Akui Sudah 4 Kali
Selain patung Ina Bo'i, dibangun enam patung wanita, tiga dari suku Rote dan tiganya lagi perempuan yang sedang menari dari suku Sabu.
Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas PUPR Kota Kupang ini merinci, Taman Sonbai menghabiskan anggaran Rp 2,4 miliar, Taman Tagepe Rp 2,1 miliar, Taman Adipura dan Taman Patung Kasih Rp 1,1 miliar dan untuk Alun-alun Kota dialokasikan anggaran senilai Rp 1,97 miliar. Total anggaran untuk enam taman mencapai Rp 12 miliar lebih.
Jeane mengungkapkan, revitalisasi taman melibatkan arsitek Luiz O Wilson, alumni Fakultas Teknik Unwira Kupang tahun 1995. "Luiz Wilson bisa menerjemahkan apa yang diinginkan oleh Pak Jefri. Taman-taman itu mau jadinya seperti apa, dia bisa mengerti dan menerjemahkan dengan baik," ujarnya.
• Disebut Lambat Tangani Kasus Korupsi RSP Boking, Kasat Reskrim :Tidak Sama dengan Pidana Umum
Menurut Jeane, sebelum revitalisasi taman dimulai, Wali Kota Kupang mengajak timnya juga Luiz Wilson untuk berdiskusi dan membuat konsep revitalisasi taman-taman tersebut. "Setelah itu kami mulai kerja sambil tetap menjalin koordinasi dan komunikasi dengan Pak Wali Kota," jelasnya.

Sementara itu, Luiz Wilson mengatakan, masing masing taman yang direvitalisasi memiliki konsep yang berbeda-beda. Ia mengaku dihubungi Wali Kota Kupang untuk mendesain revitalisasi enam taman.
Menurutnya, konsep revitalisasi enam taman pada pda prinsipnya dibuat lebih modern, indah dan menarik dan unsur kebudayaan etnis yang mau ditonjolkan lebih diperkuat.
• Tampil di ILC TVOne, Saor Siagian dan Masinton Pasaribu Berdebat Sengit Sampai Gebrak Meja
"Misalnya di Taman Sonbai, di sana kita lihat secara umum memuat tema perjuangan dengan mengangkat sosok Sonbai dan kita beri sentuhan etnis Timor di sekitarnya, misalnya dengan potongan tenun macam-macam," ujar Luiz saat dihubungi, Sabtu (11/1).
Awalnya Biasa Saja
KETUA DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe mengapresiasi Pemerintah Kota Kupang merevitalisasi enam taman.
"Awalnya saya lihat biasa-biasa saja, tapi ternyata setelah direvitalisasi, wah...ternyata bagus. Banyak warga berkumpul, interaksi sosial dan ekonomi terjadi di sana," puji Yezkiel ketika diminta tanggapannya, Minggu (12/1).
• Kunjungan Wisatawan Ke Kelimutu Menurun Di Tahun 2019
Menurut Yeskiel, pada zaman sebelumnya orang tidak terlalu memperhatikan taman-taman tersebut. "Sekarang zaman Pak Jefri (Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore) saya kira ada baiknya. Ada yang berubah. Kota Kupang ini lebih hiduplah," ucapnya.
Politisi PDIP ini menyatakan, harus diakui bahwa taman-taman yang direvitalisasi ini baik. Jika ada tanah Pemkot Kupang yang masih kosong tidak ada salahnya dibangun lebih banyak lagi ruang terbuka hijau.

"Kita lihat saja antusias masyarakat tinggi sekali dengan adanya taman-taman yang sudah direvitalisasi ini. Kalau ada tempat yang bisa dibuat ruang terbuka hijau atau taman, saya kira tidak ada salahnya," ujarnya.
• DPRD NTT Ingatkan Manajemen RSU Johannes Perhatikan Stok Obat
Dari aspek ekonomi, revitalisasi taman membawa dampak baik. Para pedagang bisa bertemu pembeli. Selain itu anak-anak muda yang bergelut di bidang fotografi mendapat banyak permintaan karena masyarakat suka difoto di taman-taman tersebut.
Ia mengingatkan fasilitas yang ada harus dirawat, dan para pedagang yang berjualan diatur dengan baik. "Saya sudah sampaikan ke Pak Jefri, tolong taman-teman itu dijaga dengan baik. Setiap malam paling kurang ada dua Satpol PP yang pantau termasuk lampu-lampu jalan sehingga tidak terjadi lagi lampu jalan dicuri atau dirusak," imbuhnya.
Terkait taman yang belum rampung seperti Taman Tirosa di Bundaran PU, Yeskiel minta Pemkot Kupang segera menyelesaikannya dalam tahun 2020 ini.
• Stok Obat Khemoterapi di RSU Johannes Kupang Aman
"Tentu akan lebih bagus kalau sudah rampung. Saat ini saja, kita lihat antusias masyarakat dan pedagang datang ke Tirosa sangat tinggi, jadi saya minta Pemkot Kupang tahun ini selesaikan," katanya.
Sementara itu anggota Komisi III DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli mengatakan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore telah mengubah wajah Kota Kupang dengan program revitalisasi enam taman.
"Katong (kita) harus jujur mengatakan selamat kepada Wali Kota Kupang yang dalam dua tahun kepemimpinannya sudah melaksanakan sesuatu kegiatan yang sedikitnya telah merubah wajah kota ini," ucap Adrianus.
• 5 Tahun, SSP Dampingi 619 Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan di TTS
Menurutnya revitalisasi enam taman sejalan dengan visi Kota Kupang, yakni 'Terwujudnya Kota Kupang yang Layak Huni, Cerdas, Mandiri dan Sejahtera dengan Tata Kelola Bebas KKN. Adapun salah satu visinya adalah Kupang Bagaya-Berpretasi. "Wajah kota yang berubah mendukung keberadaan Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi."

Adrianus mengatakan, perubahan wajah Kota Kupang berimplikasi kepada minat orang dari daerah lain untuk datang berkunjung. "Demikian pun orang akan bersemangat berinvestasi di kota ini," tambahnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa perubahan wajah Kota Kupang berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari komponen pajak dan retribusi daerah.
• Jumorang dan Marianus Sebut Tidak Ada Bom Ikan Ikan di Nangadhero dan Marapokot
Adrianus mengingatkan, pemerintah harus serius untuk memikirkan, merencanakan sisi pemeliharaan dan keamanan taman-taman tersebut. "Jangan sampai setelah dibangun dengan begitu indah dan megah, menghabiskan dana begitu besar kemudian tidak diperhatikan dan pada akhirnya tidak terpelihara, mubazir sehingga justru akan merusak lagi wajah kota ini," tandasnya.
Pemkot Kupang, kata Adrianus, harus menyiapkan secara khusus didukung dengan anggaran dan sumberdaya yang cukup untuk secara khusus pula serta rutin memelihara taman-taman tersebut.
Milenial Suka Nongkrong
Kehadiran RTH menjadi tempat rekreasi baru bagi warga Kota Kupang. Setiap malam, apalagi malam Minggu tempat-tempat itu ramai dikujungi. Umumnya, pengunjung anak muda alias milenial.
• BREAKING NEWS: Marak Bom Ikan di Wilayah Perairan Desa Tendakinde Nagekeo
Taman Tirosa merupakan salah satu tempat favorit saat ini. Seorang tukang ojek, El Kana Taniu (33) mengatakan, sejak direnovasi Taman Tirosa menjadi lebih indah. Kebersihan lebih terjaga.
Menurut pria asal So'E, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) ini, kebersihan taman menjadi tugas petugas kebersihan. "Anak-anak yang duduk malam hari juga langsung buang sampah pada tempat yang telah disediakan," ujar El, Jumat (10/1).
Taman Tirosa dengan enam lokasi taman, dipenuhi anak-anak muda pada malam hari. Komunitas Kopi Keliling (Kopling) turut menjajakan dagangan.
• Animo Masyarakat Tinggi, Pelapor SPT Tumbuh 191 Persen Tahun Ini
Anggota Kopling, Rian Boymau mengatakan, ia bersama teman-teman yang tergabung dalam Komunitas Kopling berusaha untuk menjaga kebersihan di lokasi mereka berjualan.
"Kami buat komunitas agar bisa mengontrol aktivitas kami. Kami jualan di sini, otomatis kami jaga kebersihan di sini. Tidak ada yang siram di taman, biar kami yang siram," jelas Rian.
Baginya, itulah bentuk feedback yang bisa diberikan kepada tempat yang sudah memberikan mereka rezeki tersebut.
• Kapolres Ariasandy: Sepanjang Tahun 2019, Per 2 Minggu di TTS Satu Anak Korban Kekerasan Seksual
Hal yang sama terjadi di Taman Sonbai dan Taman Fontein. Warga biasanya menikmati taman pada malam hari. Mereka mengabadikan moment tersebut dengan kamera handphone (Hp).
Seorang pengunjung, Ron mengaku senang Kota Kupang ditata lebih baik sehingga menarik untuk dilihat. "Lampu-lampu ini menarik sekali kalau malam, sehingga banyak orang datang untuk foto-foto," ujar Ron.
Milenial juga menjukai Taman Patung Ina Bo'i. Seorang pengunjung mengaku nama Ezy memuji Pemkota Kupang yang menata Taman Ina Bo'i menjadi bagu untuk dijadikan tempat rekreasi. "Arsitekturnya bagus. Ornamen pendukungnya juga sangat bagus," puji Ezy saat ditemui, Jumat (10/1).
• Begini Hasil Rakor Pencegahan dan Penanganan Stunting di Rote Ndao, Simak 8 Delapan Poin
"Saya semula terkejut ada taman di sini. Padahal, sebelumnya tidak seperti ini. Saya sampai ajak pacar datang selfie di sini," tambahnya.
Pacar Ezy, Lisa juga memuji keindahan Taman Ina Bo'i. "Taman ini sangat bagus sebagai tempat untuk tempat foto-foto, apalagi sebagai tempat nongrong pada sore hari," ucap Lisa.
Menurut Lisa, arsitektur dan ornamaen Taman Ina Bo'i sangat bagus dan rapi. "Saya sengaja ikut ajakan pacar untuk datang melihat tempat ini karena memang sangat bagus dan indah. Suasana batin saya terasa menyenangkan," tambah Lisa.
UPTD Pertamanan
Pemkot Kupang membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pertamanan. Lembaga ini memiliki tugas pokok dan fungsi untuk mengelola, merawat dan memelihara taman-taman.
• Kadinkes Kupang Bilang Urus Kesehatan Jangan Digiring ke Unsur Politik, Simak Pembicaraannya
"Nantinya ada UPTD Pertamanan Kota Kupang yang akan merawat dan memelihara taman-taman di Kota Kupang," kata Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Elvianus Wairata ketika dikonfirmasi, Senin (13/1).
Pria yang akrab disapa Ely Wairata ini mengatakan, pelantikan pejabat yang bertugas di UPTD Pertamanan dilaksanakan minggu depan.
"Minggu depan kita akan lantik terkait UPTD Pertamanan itu. Taman-taman di Kota Kupang ini, pemeliharaan dan perawatannya akan ditangani oleh UPTD Pertamanan," katanya.
• Bupati dan Wakil Bupati Belu Evaluasi OPD Soal Penyerapan Anggaran, Simak Liputannya
Menurut Eli Wairata, saat ini beberapa taman yang direvitalisasi dirawat oleh pihak ketiga hingga selesai masa kontrak.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kupang, Jeane PG Hadjon. Menurutnya Jeane pemeliharaan enam taman yang direvitalisasi pada tahun 2019 oleh pihak ketiga.
"Sampai selesai massa kontrak baru dialihkan ke Pemerintah Kota Kupang. Selama enam bulan pihak ketiga yang tangani perawatan dan pemeliharaannya," jelas Jeane.
• Pilkada Mabar DPD PDIP NTT yang Usulkan Nama Maria Geong - Sil Sukur ke DPP, SK Belum Ditetapkan
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada Dinas Kebersihan Kota Kupang, Yuven B Beribe juga menjelaskan hal yang sama. "Enam taman yang direvitalisasi saat ini bukan kami yang urus, masih pihak ketiga. Saat ini kami menangani taman-taman lain," ujar Yuven.
Yuven mengatakan personel yang merawat dan memelihara taman sebanyak 24 orang, termasuk empat sopir mobil pengangkut sampah. "Sistemnya mereka roling. Dengan tenaga yang terbatas sejauh ini kita tetap berusaha memberikan pelayanan yang terbaik," katanya.

DPRD Kota Kupang menyetujui pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pertamanan. Kehadiran lembaga itu secara khusus untuk mengelola dan memelihara taman-taman di Kota Kupang.
• Komisi V DPRD NTT Usul Dana Pengaman di RSU Prof WZ Johannes, Ini Tujuannya
"Dengan ada UPTD Pertamanan, taman-taman di Kota Kupang temasuk yang baru dibangun dapat terus terpelihara dan tetap asri," kata Anggota Komisi III DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli, Selasa (14/1).
Politisi PDIP ini menegaskan, harus ada intervensi anggaran yang cukup guna mempersiapkan sarana prasarana pendukung. Selain itu perlu ada petugas yang di tempatkan di lokasi taman-taman.
"Kalau tidak dilakukan demikian maka taman-taman itu tidak terpelihara dan pada akhirnya akan mubazir. Pengalaman kita selama ini, kita punya semangat yang tinggi namun lemah dalam pemeliharaannya," ujar Adrianus.
• Astaga, Kepala Desa Oenaem-TTU Dijeblos dalam Tahanan Polisi Jadi Tersangka Illegal Logging
Menurutnya, taman-taman yang sudah direvitalisasi sedikitnya telah membuat wajah Kota Kupang berubah. Ia berharap UPTD Pertamanan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya untuk menjaga keasrian taman-taman.
Belum Terintegrasi
Sementara itu dosen Fakultas Teknik Unwira Kupang, Don Ara Kian, MT IAI mengatakan, perlu diapresiasi usaha dan upaya Pemkot Kupang mengembangkan RTH perkotaan.
Menurutnya, RTH sesungguhnya memang merupakan amanah Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Regulasi tersebut mensyaratkan setiap kota mesti menyediakan 20-30 persen ruang untuk alokasi RTH.
• Nginap Dengan Harga Istimewa di Swiss-Belinn Kristal, Hanya Perlihatkan KTP
"Namun, langkah yang diambil Pemkot Kupang perlu dikritisi. Semisal gerakan menanam. Menurut saya terkesan asal tanam tanpa memperhatikan karateristik jenis vegetasi dan fungsi vegetasi," katanya.
"Lalu ruang peruntukan RTH mestinya dibuatkan guide line (garis panduan) dalam bentuk rencana induk pengembangan RTH sehingga setiap ruang peruntukan RTH memiliki filosofi sendiri," sambung Don.

Ke depan, lanjut Don, mesti dibuat masterplan RTH yang terintegrasi dengan rencana detail tata ruang (RDTR) Kota Kupang sehingga fungsinya tidak semata ekologis dan estetika tetapi sekaligus menjadi alat pengendali pemanfaatan ruang dan investasi.
• Biar Tak Ada Penyimpangan Dana Desa, PMD Gandeng Polres Manggara Timur, Ini Tujuanya
"Ini penting karena investasi yang besar untuk RTH sejatinya perlu pula diikuti dengan upaya recoveri investasi, paling tidak untuk biaya perawatan," ujarnya mengingatkan.
Don mengatakan, adanya investasi pembangunan berskala besar di suatu wilayah berpotensi menarik invenstasi lainnya yang komplementer. Kesemuanya memerlukan ruang kegiatan, yang semestinya ditetapkan dalam dokumen tata ruang kota berupa masterplan taman kota. (kk/cr1/cr2/cr3/ii)