5 Tahun, SSP Dampingi 619 Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan di TTS

Dari tahun 2015 hingga 2019, SSP telah mendampingi sebanyak 619 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

5 Tahun, SSP Dampingi 619 Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan di TTS
PK/Dion
Nampak suasana kegiatan coffee morning dengan tema selamatkan anak perempuan dan perempuan dari kekerasan seksual yang digelar Yayasan Sanggar Suara Perempuan (SSP), Rabu (15/1/2019) bertempat di beta pung kafe. 

Laporan Reporter Pos Kupang. Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Dari tahun 2015 hingga 2019, SSP telah mendampingi sebanyak 619 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Mulai dari KDRT, ingkar janji menikah, penganiayaan, trafficking, pencemaran nama baik, pembunuhan dan kekerasan psikis. Daria angka tersebut, 29 persen merupakan kasus KDRT, 27 kasus kekerasan seksual, 23 persen ingkar janji menikah, 14 persen penganiayaan, 3 persen trafficking dan 3 persen kekerasan psikis.

Jika dipetakan berdasarkan wilayah kecamatan, Kecamatan Kota Soe menjadi kecamatan dengan pelaporan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan tertinggi yang didampingi SSP dengan 90 kasus. Diikutia kecamatan Amanuban Barat dengan 67 kasus, mollo Utara dengan 29 kasus, batu putih dengan 26 kasusdan Noebeba 5 kasus.

" Berdasarkan data kita, korban kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terbanyak melaporkan kasusnya kepada kita berasal dari Kota Soe. Kemungkinan hal ini dipengaruhi faktor jangkauan maupun penyebaran informasi. Tidak menutup kemungkinan kasus serupa juga banyak terjadi di kecamatan lainnya di TTS namun karena kesulitan jangkauan untuk mengakses ke SSP atau informasi yang belum sampai sehingga para korban tidak melaporkan kasusnya ke SSP," ungkap wakil direktur Yayasan SSP, Ir. Filpin Taneo-Therik dalam kegiatan coffee morning dengan tema selamatkan anak perempuan dan perempuan dari kekerasan seksual yang digelar Yayasan Sanggar Suara Perempuan (SSP), Rabu (15/1/2019) bertempat di beta pung kafe.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri, Dandim TTS Letkol (Czi) Koerniawan Pramulyo, Kajari TTS Fachrizal, SH, Kepala Pengadilan Negeri Soe, I Wayan Yasa, Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau, Ana Djukana dan beberapa mitra SSP lainnya.

Transfer Pemain Liga 1: 3 Pemain Asing Persib Bandung Era Mario Gomez Hengkang Gabung Arema FC,Info

Dari hasil kegiatan tersebut SSP merekomendasikan beberapa poin dalam usaha menekan angka kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten TTS.

Pertama, Pemda TTS diminta untuk berkomitmen dalam menindaklanjuti berbagai peraturan yang telah dibentuk melalui kebijakan program dan anggaran. Kedua, Pemda TTS melalui Kadis P3A diminta untuk memperkuat SDM pengada layanan berada di Kabupaten TTS.

Ketiga, Pemda TTS dan DPRD TTS diminta untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat dan DPR RI untuk segera mengesahkan UU Penghapusan kekerasan seksual. Keempat, mendorong pihak kepolisian agar kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak diselesaikan secara damai melainkan diproses hukum. Kelima, perlu pemberian pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja di sekolah-sekolah dan keenam, perlu adanya kesadaran orang tua agar lebih memberikan perhatian dan pengawasan kepada anak.

" Semua komponen perlu bergandengan tangan untuk menekan angka kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan," ujarnya.

Ditambahkan Kajari TTS, Fachrizal, SH pihaknya dalam melakukan penutupan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak selalu melakukan penuntutan dengan ancaman maksimal.
Selain itu, Kejari TTS juga siap bergandengan tangan dengan Pemda TTS guna menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

" Kami komit agar kasus-kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan dituntut maksimal sehingga ada efek jerah dan menjadi pembelajaran buat yang lain," tegasnya. (din)

Nampak suasana kegiatan coffee morning dengan tema selamatkan anak perempuan dan perempuan dari kekerasan seksual yang digelar Yayasan Sanggar Suara Perempuan (SSP), Rabu (15/1/2019) bertempat di beta pung kafe.
Nampak suasana kegiatan coffee morning dengan tema selamatkan anak perempuan dan perempuan dari kekerasan seksual yang digelar Yayasan Sanggar Suara Perempuan (SSP), Rabu (15/1/2019) bertempat di beta pung kafe. (PK/Dion)
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved