Kunjungan Wisatawan Ke Kelimutu Menurun Di Tahun 2019
unjungan wisatawan utamnya wisatawan asing ke Danau Kelimutu mengalami penurunan pada tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2018.
Penulis: Romualdus Pius | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius
POS-KUPANG.COM,ENDE---Kunjungan wisatawan utamnya wisatawan asing ke Danau Kelimutu mengalami penurunan pada tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2018.
Kepala Tata Usaha (KTU), Taman Nasional Kelimutu (TNK), Joko Waluyo mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Rabu (15/1/2020) di Ende.
Joko merincikan bahwa pada tahun 2019 tercatat sebanyak 86.349 orang yang mengunjungi Danau Kelimutu dengan perincian wisatawan mancanegara sebanyak 15.255 orang dan wisatawan lokal sebanyak 71.184 orang.
Jumlah itu ujar Joko mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2018 karena di tahun tersebut jumlah kunjungan tercatat sebanyak 91.219 dengan perincian wistawan mancanegara sebanyak 17 ribu dan wisatawan lokal sebanyak 73 ribu.
“Iya pada tahun 2019 terjadi penurunan dibandingkan dengan tahun 2018 terutama untuk wisatawan mancanegara,”kata Joko.
Joko mengatakan penyebab terjadinya penurunan kunjungan wistawan ke Kelimutu terutama wisatawan mancanegara di tahun 2019 disebabkan oleh kondisi transportasi udara yang tidak seramai di tahun 2018.
“Kalau di tahun 2018 maskapai penerbangan yang datang dari Bali ke Ende maish ada seperti Pesawat Garuda namun di tahun 2019 tidak ada lagi sehingga menurunkan animo wistawan asing untuk meneruskan perjalanan mereka dari Bali menuju ke Ende,”kata Joko.
Joko berharap di tahun 2020 ini sudah ada jalur penerbangan langsung dari Bali menuju Ende sehingga memungkinkan para wisatawan asing untuk datang ke Ende.
Joko mengatakan bahwa kunjungan wisatawan ke Danau Kelimutu berdasarkan waktu kunjungan berbeda antara wistawan asing dan lokal.
Menurutnya kalau wisatawan asing ke Kelimutu pada umumnya dilakukan di Bulan Agustus yang merupakan waktu liburan bagi warga asing.
Sedangkan bagi wisawatan lokal pada umumnya dilakukan pada Bulan Juni dan Juli yang merupakan waktu liburan bagi anak sekolah.
Selain itu fenomena kunjungan wisatawan lokal juga terbanyak pada waktu hari libur nasional maupun keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru juga saat Lebaran ujar Joko.
