Cerpen
Cerpen: Petisi
Mendung menyelimuti kota bagaikan bidadari menangis di batas cakrawala. Air matanya jatuh berupa bayang-bayang hitam menutupi lanskap kota.
Tayang:
Editor:
Dion DB Putra
Aku meminum kopi tanpa gula sebagai gaya hidup. Namun sore ini, aku merasa gula hanya memperhalus pahit yang sebenarnya perlu diterima utuh.
Matahari sudah mencium batas cakrawala ketika rasa pahit terakhir kuteguk. Malam akan benar-benar turun.
Tak ada yang bisa memastikan akankah besok matahari akan kembali. Tapi aku masih punya rasa rindu, setidaknya untuk bisa bertemu tanpa henti... (*)
*) JB Kleden, Dosen IAKN Kupang, penikmat sastra.
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Daun-gugur.jpg)