Senin, 13 April 2026

Cerpen

Cerpen: Papan Luka

Sungai-sungai kecil mengalir pelan bagai doa yang tersendat, membisikkan rahasia leluhur kepada angin pegunungan.

Editor: Dion DB Putra
FOTO ILUSTRASI BUATAN AI
ILUSTRASI 

Oleh: Honoratus Kosminski Sale *

POS-KUPANG.COM - Ketika tanah retak menyimpan sunyi yang panjang, Wulan menanam huruf-huruf seperti benih harapan di dada anak-anak kampung. 

Di antara angin yang membawa bisik leluhur dan larangan yang menutup jalan, ia percaya, bahwa dari akar yang nyaris mati, kehidupan diam-diam belajar tumbuh.

Di lereng Flores Barat yang terjal dan berbatu, di mana matahari menyengat tanah kering seperti cambuk abadi, bersemayamlah sebuah sunyi yang panjang. 

Sungai-sungai kecil mengalir pelan bagai doa yang tersendat, membisikkan rahasia leluhur kepada angin pegunungan.

Kampung petani tersebar di antara sawah-ladang miring, rumah-rumah anyaman bambu berdiri rapuh, menyimpan cerita gotong royong yang ditenun dari keringat dan harapan yang tipis.

Baca juga: Cerpen: Pencuri Durian

Di sana, seorang wanita bernama Wulan lahir dari kandungan ibu yang penuh harapan cinta. 

Barangkali harapan cinta ibunya mengimpikan belaskasih dan keadilan, dan itu harus digemakan oleh Wulan. 

Setiap kali kicauan burung di pagi hari, tangan lembut Wulan bergegas menulis pendidikan sebab ia adalah pribadi yang peduli dengan hidup dan masa depannya juga hidup dan masa depan orang lain. 

Setiap udara segar di sore hari, tangan lembut Wulan bergerak bersama tofa rumput. Ia sadar bahwa alam punya cara untuk kebahagiaan di masa depan. 

Barangkali aktivitas itu adalah cara ia menjemput senja dengan kelelahan yang berharga. 

Selepas itu, baru ia selesaikan tenunan selendang kehidupan, pesanan mama kecilnya dari kampung sebelah.

Tak terasa, Wulan menenun harap hingga bulan menyapanya. Matanya terlihat hitam pekat menyimpan rasa asin lautan, hatinya seperti buku tua yang usang, seperti obor redup di malam gelap. 

Semua yang dilakukan serasa doa yang diujar dengan sabar sembari meyakinkan bahwa Tuhan akan menjawabnya.

***

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved