Senin, 1 Juni 2026

Opini

Opini: Hari Lahir Pancasila dan Magnifica Humanitas di Tengah Ledakan Artificial Intelligence

Ukuran kemajuan yang lebih mendasar terletak pada kemampuan menjaga martabat manusia di tengah perubahan zaman. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI GERGORIUS BABO
Gergorius Babo 

Lagu yang dihasilkan melalui AI memicu rangkaian perhatian yang panjang, melibatkan media nasional, komunitas kreatif, dan berbagai forum publik. 

Sebaliknya, isu yang berkaitan dengan hak penyandang disabilitas memperoleh perhatian yang lebih terbatas dan tidak berkembang menjadi percakapan sosial yang berkelanjutan.

Situasi ini seharusnya menjadi bahan refleksi pada Hari Lahir Pancasila. Sebab pada hakikatnya, Pancasila bukan hanya kumpulan prinsip yang dihafalkan dalam upacara kenegaraan. 

Pancasila adalah cara pandang dalam menentukan prioritas moral sebagai bangsa. 

Ketika ruang publik lebih mudah memberikan perhatian kepada produk teknologi dibandingkan persoalan kemanusiaan, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Tentu tidak berarti masyarakat harus berhenti mengapresiasi inovasi teknologi. AI telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai bidang kehidupan. 

Dunia pendidikan, kesehatan, penelitian, industri kreatif, dan pelayanan publik telah merasakan manfaat yang nyata dari perkembangan teknologi tersebut. 

Menolak AI bukanlah solusi. Yang diperlukan adalah memastikan bahwa kemajuan teknologi berjalan seiring dengan kemajuan kemanusiaan.

Pancasila dan Magnifica Humanitas sesungguhnya bertemu pada titik yang sama. Keduanya menempatkan manusia sebagai pusat perhatian. Keduanya menolak segala bentuk reduksi terhadap martabat manusia. 

Keduanya mengingatkan bahwa sistem sosial, ekonomi, politik, maupun teknologi harus diarahkan untuk melayani manusia, bukan sebaliknya.

Karena itu, tantangan terbesar pada era AI bukanlah menciptakan teknologi yang semakin canggih. Tantangan terbesar adalah menjaga agar manusia tidak kehilangan kepekaan terhadap sesama manusia. 

Tantangan terbesar adalah memastikan bahwa algoritma tidak secara perlahan mengambil alih kemampuan masyarakat untuk menentukan apa yang penting. 

Tantangan terbesar adalah mempertahankan ruang bagi solidaritas, empati, dan keberpihakan kepada kelompok rentan di tengah derasnya arus informasi digital.

Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni menjadi momentum yang tepat untuk mengajukan kembali pertanyaan mendasar tersebut. 

Apakah perhatian publik masih diarahkan oleh nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial, ataukah telah sepenuhnya mengikuti arus algoritma? 

Apakah kemajuan teknologi membuat masyarakat semakin peduli terhadap kelompok rentan, atau justru membuat perhatian semakin terpecah ke dalam berbagai bentuk hiburan dan sensasi digital?

Akhirnya, ukuran kemajuan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan inovasi teknologi yang mengagumkan. 

Ukuran kemajuan yang lebih mendasar terletak pada kemampuan menjaga martabat manusia di tengah perubahan zaman. 

Sebab teknologi yang paling canggih sekalipun akan kehilangan maknanya apabila tidak mampu memperkuat penghormatan terhadap kemanusiaan. 

Dalam konteks itulah Pancasila tetap relevan, bukan sebagai dokumen sejarah, melainkan sebagai kompas moral yang membantu bangsa ini menavigasi masa depan di tengah dominasi algoritma dan kecerdasan buatan.

Hari Lahir Pancasila mengingatkan bahwa Indonesia dibangun di atas keyakinan bahwa setiap manusia memiliki martabat yang harus dihormati dan setiap warga negara berhak memperoleh keadilan sosial. 

Nilai-nilai tersebut tidak boleh tenggelam oleh logika viralitas. Di tengah kekaguman terhadap AI, bangsa ini perlu terus memastikan bahwa manusia tetap menjadi pusat perhatian. 

Sebab ketika kemanusiaan kehilangan tempat dalam ruang publik, yang terancam bukan hanya hak kelompok rentan, melainkan juga jati diri bangsa yang sejak awal dibangun di atas fondasi Pancasila. (*)

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved