Opini
Opini: Manajer atau Pemimpin Gerombolan?
Kepemimpinan yang sehat selalu menghadirkan rasa aman, rasa dihargai, dan kesempatan untuk berkembang.
Produktivitas menurun karena orang bekerja dalam tekanan psikologis. Inovasi mandek karena tidak ada keberanian mengambil risiko.
Reputasi organisasi pun perlahan rusak dari dalam melalui cerita dan pengalaman para anggotanya sendiri.
Karena itu, persoalan kepemimpinan sesungguhnya bukan sekadar soal jabatan atau kewenangan administratif. Kepemimpinan adalah soal bagaimana seseorang memperlakukan manusia lain.
Jabatan mungkin dapat membuat orang ditaati, tetapi hanya keadilan, integritas, dan ketulusan yang membuat seorang pemimpin dihormati.
Pada akhirnya, setiap pemimpin perlu bertanya kepada dirinya sendiri dalam keheningan: ketika nama saya disebut oleh orang-orang yang saya pimpin, apakah yang muncul adalah rasa hormat atau rasa takut?
Jika jawabannya adalah yang kedua, maka mungkin sudah saatnya untuk bercermin dan bertanya dengan jujur: selama ini saya memimpin manusia, atau sekadar menggiring gerombolan? (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Melkisedek-Neolaka-03.jpg)