Rabu, 20 Mei 2026

Opini

Opini: Hantavirus dan Kepanikan Publik-Ketakutan Lebih Cepat Menyebar daripada Virus

Pada akhirnya, Hantavirus mengajarkan satu hal penting kepada kita: di era digital, wabah tidak selalu dimulai dari virus. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI PRIMA TRISNA AJI
Prima Trisna Aji 

Oleh: Prima Trisna Aji
Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang, Jawa Tengah.

POS-KUPANG.COM - Beberapa waktu terakhir, media sosial kembali dipenuhi ketakutan. 

Kata “Hantavirus” mendadak viral setelah muncul berbagai video pendek dengan narasi menyeramkan: virus mematikan dari tikus, ancaman pandemi baru, hingga isu kematian mendadak akibat paparan lingkungan kotor. 

Dalam hitungan jam, jutaan orang membagikan video tersebut tanpa benar-benar memahami apa itu Hantavirus. Panik pun menyebar.

Sebagian masyarakat mulai takut membersihkan gudang rumah, khawatir menyentuh kardus lama, bahkan ada yang mengaitkan semua gejala demam dengan Hantavirus

Fenomena ini menunjukkan satu kenyataan pahit di era digital: ketakutan kini bergerak jauh lebih cepat daripada edukasi kesehatan.

Baca juga: Gejala Hantavirus Pada Manusia, Mirip Flu Biasa tapi Mematikan, Ini Cara Pencegahannya

Padahal, dunia medis sebenarnya telah lama mengenal Hantavirus. Virus ini ditularkan melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. 

Penyakit ini memang berbahaya, terutama bila terlambat ditangani, namun bukan berarti setiap keberadaan tikus otomatis menjadi ancaman pandemi global seperti yang digambarkan media sosial.

Masalah terbesar kita hari ini bukan hanya virus, melainkan cara masyarakat menerima informasi kesehatan.

Kita hidup di zaman ketika satu video TikTok berdurasi 30 detik bisa mengalahkan penjelasan ilmiah berlembar-lembar dari tenaga medis. 

Semakin dramatis narasinya, semakin besar peluangnya menjadi viral. Akibatnya, publik lebih mudah percaya pada rasa takut daripada data.

Fenomena ini mengingatkan kita pada banyak tragedi sebelumnya. Pada tahun 1993 di wilayah Four Corners, Amerika Serikat, dunia sempat dikejutkan oleh kematian misterius sejumlah anak muda sehat secara mendadak. 

Mereka mengalami sesak napas berat dan meninggal hanya dalam waktu singkat. Setelah diteliti, penyebabnya adalah Hantavirus yang berasal dari paparan kotoran tikus deer mice di lingkungan tempat tinggal mereka. 

Saat itu masyarakat panik. Banyak orang takut keluar rumah, takut berkemah, bahkan takut tinggal di pedesaan.

Namun yang menarik, para ahli kesehatan tidak memilih menyebarkan ketakutan. Mereka fokus pada edukasi publik. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved