Sabtu, 16 Mei 2026

Opini

Opini: Quo Vadis Pendidikan di Nusa Tenggara Timur?

Tujuan pendidikan mewajibkan pemerintah untuk memerhatikan pendidikan nasional secara benar dan bertanggung jawab. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI ARIS WAWO
Aris Wawo, SVD 

Guru yang tidak kreatif dan inovatif adalah guru yang mengaburkan tujuan pendidikan. 

Peningkatan kualitas guru, hemat penulis adalah kewajiban. Tidak cukup guru itu bersertifikasi, lembaga pendidikan harus memiliki program pendampingan guru secara berkala melalui In-House Training (IHT) dan hari belajar guru.

Guru memastikan para murid di satuan pendidikan dasar tidak memiliki kesulitan pada literasi dan numerasi dasar. Guru itu panggilan dan profesi. 

Sebagai panggilan, guru dipanggil untuk berpihak pada murid, terutama kepada murid-murid yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran. 

Sebagai profesi, guru tidak pernah selesai belajar. Belajar seumur hidup adalah filosofi seorang guru.

Ketiga, Orang Tua dan Wali. Salah satu komponen yang sangat penting dalam mencerdaskan generasi bangsa ini adalah Orang Tua dan Wali. Murid lebih banyak menghabiskan waktu bersama Orang Tua dan Wali. 

Keluarga adalah sekolah pertama dan terutama. Di balik murid yang hebat ada Orang Tua dan Wali yang hebat.

Atas cara tertentu, Orang Tua dan Wali adalah guru pertama dan terutama. Orang Tua dan Wali memiliki andil yang sangat penting dalam mencerdaskan anaknya. 

Mereka dapat mengontrol anak-anak untuk belajar mandiri dan mengembangkan talentanya. Tugas Orang Tua dan Wali mnciptakan suasana rumah bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di bidang akademik, keterampilan, sosial dan psikologis.

Gubernur NTT, Bapak Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt bersama Wakil Gubernur Irjen Pol (Purn) Dr. Johni Asadoma, M.Hum pada 2 Mei 2026 meluncurkan Pergub gerakan jam belajar. 

Pergub ini bertujuan untuk menjaga ekosistem belajar di rumah. Dukungan pemerintah daerah terhadap kualitas belajar murid menjadi bukti bahwa pemerintah bertanggung jawab terhadap mutu pendidikan di NTT

Orang Tua dan Wali adalah mitranya yang sangat penting dalam mewujudkan pergub ini.

Penutup

Pendidikan di NTT memiliki masalah yang kompeks. Beberapa masalah yang dicatat pada tulisan ini dinilai mendesak untuk memperoleh solusi. 

Salah satu solusi yang dapat menjadi inspirasi adalah menjadikan semua masyarakat sebagai guru dan semua wiayah sebagai tempat belajar. Filosofi ini sejak awal dijalankan oleh Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. 

Pemerintah, Lembaga Pendidikan dan Orng Tua dan Wali adalah tiga komunitas utama dan terutama dalam mencrdaskan generasi bangsa. 

Ketiganya adalah guru, dan ketiganya adalah sekolah. Masing-masing komunitas bersinergi, bekerja sama  untuk membentuk putra dan putri NTT mencapai masa depan yang cerah. (*)

Simak berita, artikel opini atau cerpen POS-KUPANG.COM di Google News

Sumber: Pos Kupang
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved