Opini
Opini: Quo Vadis Pendidikan di Nusa Tenggara Timur?
Tujuan pendidikan mewajibkan pemerintah untuk memerhatikan pendidikan nasional secara benar dan bertanggung jawab.
Ketiga masalah tersebut butuh solusi. Pemerintah, Lembaga Pendidikan dan Orang Tua adalah tiga komponen penting yang harus bersinergi untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.
Pertama, Pemerintah. Pemerintah diminta untuk memberi perhatian pada pendidikan secara masif dan berkelanjutan. Di Nagekeo misalnya, sejak 2020 ada kerja sama bilateral Pemerintah Indonesia-Australia.
Kerja sama ini dalam bidang peningkatan literasi melalui program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI).
INOVASI berhasil membangun 109 perpustakaan ramah anak, membimbing dan mendampingi para guru dan pustakawan pada setiap perpustakaan, agar para murid dapat meningkatkan kemampuan literasi.
Pada tahun 2024, lebih dari 70 persen siswa SD di Nagekeo memenuhi standar minimum literasi.
Baca juga: Opini: Ocha Pemenang Sejati
Praktik baik seperti ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah NTT untuk melakukan hal yang sama di semua kabupaten. Saya yakin pendidikan di NTT akan mengalami kemajuan yang signifikan.
Selain itu, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengontrol proses pembelajaran yang terjadi pada setiap satuan pendidikan secara sistematis dan terukur.
Regulasi ditetapkan sesuai dengan tujuan pendidikan. Regulasi yang “memaksa” setiap satuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah keharusan.
Fungsi kontrol dari pemerintah yang teratur dapat menjadi kekuatan untuk memastikan satuan pendidikan berhasil menjalankan amanah Negara. Dan yang tidak kalah penting adalah, pemerintah harus menjadi teladan.
Keteladanan jauh lebih kuat dari sekadar kata-kata motivasi. Keteladanan adalah contoh dan inspirasi.
Pemerintah harus menjadi teladan dalam birokrasi yang bersih, keberpihakan pada alam (ekologi) dan keadilan hukum serta kemampuan literasi yang mumpuni.
Kedua, Lembaga Pendidikan. Lembaga pendidikan sebagai lembaga formal yang hadir untuk mencerdaskan generasi bangsa.
Tujuan ini belum dilaksanakan secara maksimal oleh satuan-satuan pendidikan. Masih terdapat sejumlah guru yang belum melaksanakan tanggung jawab dengan benar.
Boleh jadi, guru belum menjadi teladan dan inspirasi dalam belajar dan pembelajaran.
Guru masih bersikap acuh tak acuh, sehingga materi-materi dasar di tingkat satuan pendidikan dasar belum mampu dipahami murid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Aris-Wawo-01.jpg)