Sabtu, 16 Mei 2026

Opini

Opini: Quo Vadis Pendidikan di Nusa Tenggara Timur?

Tujuan pendidikan mewajibkan pemerintah untuk memerhatikan pendidikan nasional secara benar dan bertanggung jawab. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI ARIS WAWO
Aris Wawo, SVD 

Para misionaris memberi perhatian pada tiga bidang yaitu numerasi, literasi, musik dan sastra. Ada beberapa misionaris dari latar belakang science diutus ke kepulauan ini untuk memberi perhatian pada pendidikan. 

Mereka mengajar tentang aljabar, ilmu alam dan fisika. Mereka melatih murid untuk berhitung dengan benar dan mampu menganalisa gejala-gejala alam.

Kemampuan literasi dilakukan dengan beberapa cara. Salah satu cara adalah membaca Kitab Suci. Prof. Dr. Fransiskus Bustan, M.Lib misalnya, dalam salah satu pertemuan bersama semua kepala sekolah se-kota Kupang mengisahkan bahwa kemampuan literasinya meningkat ketika ia tekun membaca kitab suci. 

"Pada masa itu, belum ada perpustakaan, yang ada adalah kitab suci dan kami diminta untuk membacanya. Kitab Suci adalah satu-satunya buku yang dimiliki saat itu," kenangnya.

Selain menumbuhkan kemampuan literasi dan numerasi, mereka juga memberi perhatian pada musik dan sastra. Para murid dilatih untuk bernyanyi dan bermain musik dengan benar. 

Mereka memberi kesempatan kepada para murid untuk mementas drama dan teater. Alhasil beberapa menjadi sastrawan dan komponis.
 
Para misionaris awal bekerja tanpa pamrih untuk meningkatkan pendidikan di NTT dengan cara-cara yang benar. Mereka mendidik generasi bangsa ini dengan tekun dan disiplin. Disiplin adalah fondasi segala-galanya.

Bagaimana Pendidikan di NTT Saat ini?

Pendidikan di NTT saat ini mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Sejumlah sekolah sudah memiliki fasilitas yang lengkap. 

Ada beberapa sekolah yang menerapkan dua bahasa (bi-lingual) dan sekolah-sekolah internasional dengan kurikulum yang berbeda. 

Selain itu, ada beberapa prestasi internasional yang diraih oleh putra dan putri NTT. Kita bangga, tentu.

Pada pihak lain, pendidikan di NTT mengalami masalah yang serius. Ada beberapa masalah serius yang dihadapi saat ini sesuai dengan pengalaman penulis. 

Pertama, sejumlah sekolah masih belum memiliki fasilitas yang memadai. Beberapa sekolah di NTT sudah viral di beberapa platform digital karena bangunan dan fasilitas-fasilitas pendukung masih belum memadai. Selain itu, akses jalan ke lembaga-lembaga pendidikan masih sulit. 

Kedua, Kemampuan Literasi Yang Rendah. Di beberapa wilayah, masih terdapat murid yang tidak mampu membaca. Ada pengalaman pastoral yang menunjukkan kebenaran ini. 

Seorang imam meminta seorang pelajar SMP untuk membaca bacaan pertama pada perayaan ekaristi di salah satu wilayah, pelajar itu tidak dapat membaca. Dan seorang Frater (calon Imam) pada salah satu Sekolah Menengah Atas harus meluangkan waktu khusus untuk melatih beberapa murid yang belum dapat membaca.

Ketiga, kemampuan numerasi dasar yang rendah.  Perkalian, pembagian, penjumlahan dan pengurangan adalah materi-materi numerasi dasar yang diajarkan di satuan pendidikan dasar, namun masih terdapat sejumlah murid yang tidak dapat menghitung tepat tingkat menengah atas. 

Beberapa sekolah harus memiliki program khusus untuk membimbing sejumlah murid dengan masalah ini.  

Solusi Alternatif Terhadap Tiga Masalah

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved