Opini
Opini: Merantau Bukan Sekadar Meninggalkan Kampung
Merantau adalah keberanian meninggalkan kenyamanan rumah untuk menghadapi dunia baru dan asing.
Oleh: Polikarpus Nuga
Mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira Kupang, Nusa Tenggara Timur.
POS-KUPANG.COM - Di banyak wilayah Nusa Tenggara Timur, merantau sudah menjadi bagian dari jalan hidup anak muda.
Hampir setiap kampung memiliki cerita tentang seseorang yang pergi meninggalkan rumah demi pendidikan, pekerjaan, atau harapan akan masa depan yang lebih baik.
Ada yang memilih merantau di dalam negeri maupun di luar negeri. Kepergian mereka itu sering dianggap biasa, padahal di balik semuanya itu mereka menyembunyikan perjuangan yang akan mereka hadapi dan tentunya tidak mudah.
Baca juga: Opini: Anak Sekecil Itu, sebuah Cerminan
Merantau bukan sekadar berpindah tempat dari suatu tempat ke tempat yang lain.
Merantau adalah keberanian meninggalkan kenyamanan rumah untuk menghadapi dunia baru dan asing.
Banyak anak muda NTT pergi dengan kemampuan dan bekal yang terbatas, tetapi membawa harapan yang begitu besar dari orang tua serta mimpi untuk memperbaiki kehidupan keluarga mereka.
Di terminal, pelabuhan, dan bandara, sering kali ada tangis yang disembunyikan, menjadi tanda bahwa perjalanan itu tidak pernah benar-benar mudah.
Fenomena merantau tidak muncul tanpa sebab. Salah satu dorongan terbesar bagi generasi muda NTT untuk pergi adalah pendidikan.
Di banyak keluarga, pendidikan dipercaya sebagai jalan keluar dari kemiskinan dan keterbatasan hidup.
Namun kenyataannya, akses pendidikan yang belum merata, fasilitas belajar yang minim, kurangnya tenaga pelajar, serta sempitnya peluang kerja setelah lulus membuat banyak anak muda merasa harus meninggalkan kampung untuk memperoleh masa depan yang lebih baik.
Tidak sedikit orang tua yang sejak awal berharap anak-anak mereka dapat sukses di tempat perantauan.
Akibatnya, pendidikan tidak lagi dipahami hanya sebagai proses mencari ilmu, tetapi juga sebagai jalan untuk keluar kampung halaman.
Karena semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin besar kemungkinan ia memilih merantau karena merasa tidak berguna dan tidak berkembang di kampung halamannya sendiri.
Data juga memperlihatkan bahwa angka migrasi masyarakat NTT terus mengalami peningkatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Polikarpus-Nuga-02.jpg)