Opini
Opini: Quo Vadis Pendidikan di Nusa Tenggara Timur?
Tujuan pendidikan mewajibkan pemerintah untuk memerhatikan pendidikan nasional secara benar dan bertanggung jawab.
Oleh: Aris Wawo, SVD
Guru di SMA Sto. Arnoldus Janssen Kupang, Nusa Tenggara Timur.
POS-KUPANG.COM - Pendidikan pada hakikatnya adalah memanusiakan manusia. Tujuan pendidikan secara gamblang dijelaskan pada Undang-undang nomor 20 tahun 2003 Bab 2, pasal 3.
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Tujuan pendidikan tersebut, mewajibkan pemerintah untuk memerhatikan pendidikan nasional secara benar dan bertanggung jawab.
Benar, berarti pemerintah berkomitmen menjamin pendidikan yang kontekstual dan berkualitas.
Baca juga: Opini: Anak Anak Itu Hanya Meminta Didengar
Bertanggung jawab, berarti pemerintah mengawasi proses pembelajaran secara terstruktur dan terukur. Pemerintah adalah pihak pertama dan terutama dalam mencerdaskan generasi bangsa ini.
Pembangunan manusia yang utuh (holistik) adalah hakikat pendidikan. Keutuhan itu tercermin dalam empat indikator kunci yang ditekankan pada setiap satuan pendidikan yaitu: kompetensi spiritual, akademik, psikomotorik dan sosial.
Keempat komponen ini menjadi pilar utama membangun pribadi terdidik secara holistik.
Murid tidak cukup mengetahui Tuhan, yag paling penting ia paham tentang Tuhan dan mengalami-Nya dalam hidup.
Murid tidak cukup mengetahui materi, tapi memilki keterampilan terhadap sesuatu (learning by doing). Keterampilan adalah wujud konkret dari kemampuan berpikir.
Dan pengetahuan yang dimilikinya menjadi inspirasi untuk bertindak benar yang tampak pada pembentukan karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Murid dididik untuk mencintai Tuhan, kemanusiaan, lingkungan hidup (ekologi) dan dirinya. Mereka dibina untuk mencintai alam dan isinya secara utuh.
Awal Mula Pendidikan di NTT
Pendidikan di NTT sejak awal secara massif dipelopori Misi Katolik dan Zending.
Banyak sekolah Katolik yang dibangun oeh para misionaris di tingkat satuan dasar sampai perguruan tinggi.
Tidak sedikit putra dan putri NTT yang telah menjadi pemimpin di tingkat daerah dan nasional dibina dan dibesarkan sekolah-sekoah misi. Pendidikan benar-benar menjadi prioritas misi pada masa itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Aris-Wawo-01.jpg)