Opini
Opini: Di Antara Nyawa dan Sistem- Potret Rapuh Pelayanan Rumah Sakit di NTT
Perbaikan pelayanan kesehatan di NTT tidak cukup hanya dengan menambah fasilitas atau tenaga medis.
Apa yang dialami pasien dan keluarganya dalam kasus ini adalah refleksi dari sistem yang belum berpihak pada manusia, pada warga negara.
Ketika keluarga harus bernegosiasi untuk sekadar menemui orang yang mereka cintai, ketika informasi datang terlambat, dan ketika keputusan medis dibingkai dalam ancaman administratif, maka yang hilang bukan hanya kepercayaan, tetapi juga kemanusiaan itu sendiri.
Perbaikan pelayanan kesehatan di NTT tidak cukup hanya dengan menambah fasilitas atau tenaga medis.
Ia membutuhkan perubahan cara pandang yang mendasar: dari sistem yang prosedural menjadi sistem yang manusiawi; dari pelayanan yang kaku menjadi empatik; dan dari komunikasi yang tertutup menjadi transparan.
Sebab pada akhirnya, di tengah segala keterbatasan, yang paling dibutuhkan masyarakat NTT bukan hanya teknologi atau bangunan rumah sakit, tetapi kehadiran sistem yang benar-benar melindungi nyawa dan menjaga martabat manusia, “terutama mereka yang hidup di pinggiran yang selama ini paling sering ditinggalkan oleh sistem yang seharusnya melindungi mereka.” (*)
Simak terus berita, cerpen dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
Meaningful
Opini Pos Kupang
Try Suriani Loit Tualaka
pelayanan kesehatan dasar
layanan kesehatan
pelayanan kesehatan
BPJS Kesehatan
| Opini: ProKlim, Ekonomi Karbon, dan Momentum Aksi Nyata dari Komunitas |
|
|---|
| Opini - Ketika Data Mengalahkan Realitas: Ancaman Baru Bagi Kearifan Lokal NTT |
|
|---|
| Opini: Menjaga Mutu Undana di Balik Layar WFH |
|
|---|
| Opini: Pendidikan sebagai Jalan Pemulihan Martabat Manusia di Era Modern |
|
|---|
| Opini: Hemat Pangkal Miskin- Nasihat Moral Yang Membungkam Realitas Kemiskinan NTT |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Try-Suriani-Loit-Tualaka3.jpg)