Minggu, 19 April 2026

Opini

Opini: Di Antara Nyawa dan Sistem- Potret Rapuh Pelayanan Rumah Sakit di NTT

Perbaikan pelayanan kesehatan di NTT tidak cukup hanya dengan menambah fasilitas atau tenaga medis. 

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI TRY SURIANI L TUALAKA
Try Suriani Loit Tualaka 

Apa yang dialami pasien dan keluarganya dalam kasus ini adalah refleksi dari sistem yang belum berpihak pada manusia, pada warga negara. 

Ketika keluarga harus bernegosiasi untuk sekadar menemui orang yang mereka cintai, ketika informasi datang terlambat, dan ketika keputusan medis dibingkai dalam ancaman administratif, maka yang hilang bukan hanya kepercayaan, tetapi juga kemanusiaan itu sendiri.

Perbaikan pelayanan kesehatan di NTT tidak cukup hanya dengan menambah fasilitas atau tenaga medis. 

Ia membutuhkan perubahan cara pandang yang mendasar: dari sistem yang prosedural menjadi sistem yang manusiawi; dari pelayanan yang kaku menjadi empatik; dan dari komunikasi yang tertutup menjadi transparan.

Sebab pada akhirnya, di tengah segala keterbatasan, yang paling dibutuhkan masyarakat NTT bukan hanya teknologi atau bangunan rumah sakit, tetapi kehadiran sistem yang benar-benar melindungi nyawa dan menjaga martabat manusia, “terutama mereka yang hidup di pinggiran yang selama ini paling sering ditinggalkan oleh sistem yang seharusnya melindungi mereka.” (*)

Simak terus berita, cerpen dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved