Rabu, 15 April 2026

Cerpen

Cerpen: Pencuri Durian

Obrolan mereka bergeser ke pertanian dan hasil kebun, topik yang sering jadi santapan harian di desa itu.

Editor: Dion DB Putra
FOTO ILUSTRASI BUATAN AI
ILUSTRASI 

Kraeng Osep belum ikutan pulang. Ia masih mondar-mandir di depan kapela, menunggu semuan pergi. Ia melangkah pelan menuju rumah. 

Kebetulan rumahnya tak jauh di belakang kapela. Saat tiba, istrinya dan dua anaknya sudah menunggu di meja makan.

“Kau lama di mana? Kami sudah lapar menunggu!” gerutu istrinya. Suaranya garang.

“Makan saja kalau lapar. Tidak perlu tunggu saya. Macam orang baru saja,” balas Kraeng Osep sambil melepaskan baju kemeja batiknya.

“Tadi ketua KBG datang,” kata istrinya. 

“Tidak ada ikan ka? Setiap hari cuma nasi dan sayur ubi. Babi sekalipun kalau makanan seperti ini terus pasti bosan juga,” kata Kraeng Osep, pura-pura tidak dengar apa yang baru saja disampaikan istrinya.

“Babi nih...! Miskin begini lagak mau makan lauk,” istrinya mengamuk. 

“Belum lagi iuran tahunan paroki. Tiga tahun terakhir kita punya belum pernah bayar.”

Kraeng Osep terdiam. Ia terpaksa menghabiskan nasi di piringnya, lalu langsung meminum air. 

Ia tak menjawab lagi amukan istrinya. Bukan karena ia takut, tapi sebagai kepala keluarga, ia tahu tanggung jawabnya atas segala kebutuhan rumah tangga.

“Berapa total kita punya tunggakan?” tanya kraeng Osep pelan.

“Enam ratus ribu. Ketua KBG bilang, kalau tak lunas segera, Apri tak diperkenankan menerima komuni pertama bulan depan,” jawab istrinya, matanya berlinang.

“Sembarang saja dia itu. Dia kira uang lebih penting dari sakramen suci?” gumam Kraeng Osep, pikirannya pusing.

Ia tak tega kalau Apri, anak keduanya itu tidak menerima komuni bulan depan. Ia takut, kalau Apri macam Ayu, kakaknya empat tahun lalu. 

Hampir saja bunuh diri karena diancam batal menerima komuni pertama gara-gara masih ada tunggakan paroki. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved