Opini
Opni: Valentine’s Day dan Retaknya Makna Kasih
Bahagia harus terlihat, romantis harus terdokumentasi, dan lebih dari itu perhatian seolah-olah sah kalau sudah diposting ke ruang publik.
Tanpa itu, cinta akan akan terus retak, bukan karena dunia yang kita pijaki ini kekurangan romantisme, tetapi “karena manusia kehilangan kedewasaan dalam mencinta.”
Cinta yang terluka bukanlah akibat dari minimnya perayaan, melainkan dari dangkalnya pemahaman.
Jika Valentine’s Day hanya menjadi festival simbol semata, maka ia akan memperlebar retakan itu.
Namun jika ia dijadikan instrumen untuk kembali pada makna terdalam kasih sebagai tindakan sadar, komitmen eksistensial, dan tanggung jawab moral, maka luka itu dapat dipulihkan. (*)
Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Rafael-Lumintang-02.jpg)