Sabtu, 2 Mei 2026

Opini

Opini: Pentingnya Etika dalam Kehidupan Sosial

Keduanya saling mengandaikan dan melengkapi. Bahwa hidup tanpa prinsip etika laiknya kita menabur garam di lautan. 

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM
Yanuarius Y.Tolan Igor 

Dalam aksi dan etika kewajiban demikian, kita butuh pula etika kasih yang oleh Robert Spaemann sebagai dasar mencari dan menemukan kewajiban dan kebahagian di balik tindakan. 

Selanjutnya, Spaemann mengutip biarawan abad pertengahan Richard dari S.Victor, Ubi amor ibi oculus (dimana ada kasih, di situ ada mata). 

Spaemann kemudian membalik pribahasa ini menjadi “Ubi oculus, ibi amor (dimana ada mata, di situ ada kasih). 

Spaemann bertolak dari kenyataan bahwa secara spontan manusia mempunyai rasa belas kasihan dan keadilan. (Bdk.Franz Magnis Suseno, 2005).

Robert Spaemann seakan mengajak kita untuk memosisikan hubungan timbal balik antara mata dan hati (keterbukaan akal budi). 

Kasih menuntut kita peka dan memiliki mata terbuka terhadap sesama, dan perbuatan moral akan terlaksana melalui kegembiraan besar.

Menyikapi persoalan sosial dan peristiwa nahas yang dialami bocah 10 tahun di Ngada-Flores, semua pihak tanpa kecuali saatnya berpihak dalam tindakan nyata namun konsisten mengedepankan etika dalam pelayanan. 

Tidak penting lagi masing-masing kita saling membandingkan siapa yang benar dan yang salah, tetapi kembali merajut komitmen dan optimisme untuk mengakhiri peristiwa ini dan tak akan lagi terulang. 

Kita menyandingkan prinsip etika dan persoalan sosial ibarat dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. 

Urgensi kita berempati karena kewajiban moral, bukan karena tuntutan norma dan kebijakan yang temporal sifatnya. (*)

Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved