Opini
Opini: Mengembalikan Sekolah sebagai Taman
Kita perlu membangun sekolah yang manusianya saling menghargai dan saling mendukung satu sama lain.
Oleh: Yoel Umbu Runga Riti
Akademisi pada Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Nusa Tenggara Timur
POS-KUPANG.COM - Ingatan saya kembali ke sebuah kegiatan di tahun 2015. Saat itu, saya dan teman-teman pengurus BEM sebuah kampus melaksanakan seminar pendidikan.
Kami memilih tema yang reflektif, yaitu Pendidikan yang Membebaskan. Kami mengundang seorang Guru Besar dari Universitas Negeri Malang sebagai pemateri.
Ketika beliau naik ke podium, beliau menunjukkan sebuah kalimat di layar yang membuat kami semua bertanya-tanya. Kalimat itu berbunyi: "Ternyata Penjara itu Bernama Sekolah."
Kalimat itu terasa kontradiktif bagi kami yang sedang belajar menjadi pendidik. Kami sulit membayangkan bagaimana sekolah justru disamakan dengan penjara.
Baca juga: Opini: Relevansi, Sesat Pikir dan Pengalihan
Namun, jika kita melihat realitas yang ada, perkataan profesor itu rasa-rasanya masuk akal. Banyak sekolah yang memang terasa seperti penjara.
Sekolah sering kali berubah menjadi ruang yang membatasi gerak, menyeragamkan pola pikir, dan menuntut kepatuhan buta melalui berbagai aturan yang kaku.
Keadaan ini membuat kita perlu melihat kembali dasar pendidikan yang dicetuskan oleh Ki Hadjar Dewantara.
Beliau adalah sosok yang memelopori konsep sekolah sebagai sebuah 'Taman'. Itulah alasan mengapa lembaga pendidikan yang beliau dirikan dinamakan Taman Siswa.
Pemilihan diksi taman ini memiliki maksud yang sangat mendalam sekaligus sederhana.
Beliau ingin sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik. Sekolah bukan tempat yang membuat peserta didik atau tertekan.
Taman Siswa sendiri adalah konsep sekolah yang menganggap tempat belajar itu harus seperti taman.
Di sebuah taman, suasananya pasti indah, aman, dan membuat orang betah berlama-lama di sana.
Dalam konsep ini, peserta didik dianggap sebagai benih tanaman yang sedang tumbuh.
Tugas sekolah adalah menyediakan tanah yang subur dan lingkungan yang baik supaya benih itu bisa tumbuh besar dengan caranya masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Yoel-Umbu-Runga-Riti-05.jpg)