Opini
Opini: Kekuatan Tanah yang Hilang
Tanah yang runtuh bukan kejadian mendadak, melainkan hasil kerusakan sistematis dari dalam.
Longsor jarang disebabkan oleh satu faktor tunggal. Setiap bencana tanah merupakan puncak dari berbagai proses yang bekerja bersama, sering kali tersembunyi di bawah permukaan.
Memahami longsor berarti melihat jaringan sebab-akibat kompleks, bukan sekadar hujan yang turun.
Proses kimia, fisika, dan biologis saling berinteraksi dalam tanah. Struktur tanah, keseimbangan ion, kandungan air, serta kondisi akar dan mikroorganisme semuanya berperan.
Perubahan kecil di satu unsur bisa memengaruhi keseluruhan sistem, sehingga tanah perlahan kehilangan kekuatan internalnya.
Fenomena seperti pengasaman tanah, dispersi lempung, dan kematian akar saling memperkuat. Ikatan kimia melemah, kerangka internal rusak, dan akar yang mati tidak lagi menahan tanah secara mekanis.
Dampaknya tidak dramatis di awal, tetapi menumpuk seiring waktu, meski permukaan tampak kokoh dan vegetasi hijau.
Hujan yang datang hanyalah pemicu terakhir, menyalakan reaksi berantai.
Tanah yang runtuh bukan kejadian mendadak, melainkan hasil kerusakan sistematis dari dalam.
Longsor mencerminkan kegagalan manusia menjaga kesehatan kimia, fisika, dan biologis tanah, sehingga mencegahnya berarti merawat fondasi bumi, bukan hanya menunggu hujan berhenti. (*)
Simak terus berita dan artikel opini POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Yoseph-Yoneta-Motong-Wuwur.jpg)