Sabtu, 13 Juni 2026

Opini

Opini - Eklesiologi Kontekstual dalam Media dan Realitas: Tantangan atau Peluang

Eklesiologi kontekstual yang diinginkan adalah partisipatif aktif dalam kehidupan sosial dunia.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO
Frederikus Kono, mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira Kupang 

Opini - Eklesiologi Kontekstual dalam Media dan Realitas: Tantangan atau Peluang

Oleh: Frederikus Kono
Mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira Kupang

POS-KUPANG.COM - Peziarahan gereja di era ini, berada dalam lingkaran dilematis. Gereja di hadapkan dalam situasi pemilihan yang urgen, antara keselamatan surga dan kenikmatan dunia. 

Panggilan gereja untuk membangun Kerajaan surga di dunia adalah momen untuk merangkak menuju kepenuhan hidup yang bermakna.

Cinta kasih, pelayanan, bela rasa dan solidaritas merupakan nilai-nilai kerajaan Allah yang harus diakarkan dan dibumikan dalam kehidupan setiap hari.

Namun usaha tersebut dihalangi berbagai tantangan dan hambatan yang pelik. Ketidakadilan, eksploitasi, intoleransi, korupsi, kesenjangan sosial serta masih banyak problem yang tak kunjung usai.

Berhadapan dengan hal-hal demikian, pertanyaannya untuk gereja kontekstual, apa yang perlu diperjuangkan dan dihadirkan?

Berbagai macam aspek dan kebutuhan disodorkan kepada manusia dan menjadikan manusia bukan lagi sebagai subjek kehidupan, melainkan arena objektif dan sasaran keuntungan segelintir individu.

Pada titik inilah, gereja perlu bertanya kepada dirinya tentang keberadaannya di dunia. Apakah masih relevan ataukah sudah ketinggalan?

Amanat dalam konstitusi pastoral tentang gereja di dunia dewasa ini (Gaudium et Spes) menegasan secara lantang dalam artikel 1. 

“Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus juga.”

Artinya gereja pun turut merasakan dan terlibat dalam situasi sosial orang-orang zaman ini. Dengan demikian pertanyaan tentang eksistensi gereja harus dibuktikan di dalam tindakan partisipatif dalam dunia. 

Perjalanan gereja tidak tanpa masalah. Proses digitalisasi dan perkembangan teknologi serta masalah-masalah sosial lainnya mengundang kehadiran gereja untuk berbicara tentang kebenaran.

Ketika media–media digital digunakan secara bertanggungjawab gereja hadir sebagai pelindung, namun sebaliknya ketika media disalahgunakan untuk kepentingan yang sesat, gereja hadir memberi peringatan dan arah. 

Paus Leo XIV pun dalam situasi keprihatinannya terhadap dunia, mengeluarkan ensiklik pertamanya “Magnifica Humanitas” sebagai suatu seruan sosial gereja untuk kehidupan digital sekarang, di saat AI (artificial intelligence) digunakan untuk mendehumanisasikan manusia.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
VS
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved