Sabtu, 13 Juni 2026

Opini

Opini: Kekuatan Tanah yang Hilang

Tanah yang runtuh bukan kejadian mendadak, melainkan hasil kerusakan sistematis dari dalam.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI YOSEPH YM WUWUR
Yoseph Yoneta Motong Wuwur 

Dispersi lempung terjadi ketika keseimbangan kimia tanah terganggu, terutama akibat perubahan komposisi ion. 

Proses ini berlangsung tanpa gejala kasat mata, tetapi sangat menentukan perilaku tanah. 

Tanah yang semula stabil perlahan kehilangan fungsinya sebagai material penopang.

Dalam kondisi normal, partikel lempung saling terikat melalui gaya elektrostatik yang memungkinkan terbentuknya struktur berlapis dan saling mengunci. 

Ikatan halus ini memberi lempung kekuatan dan kekompakan tinggi. Selama keseimbangan ion terjaga, tanah lempung justru mampu menopang tekanan besar.

Ketika ion pengikat tergantikan oleh ion yang kurang stabil, hubungan antarpartikel berubah. 

Partikel lempung mulai saling menolak, struktur internal terurai, dan kerangka tanah melemah meskipun permukaan masih tampak padat. Kekuatan tanah pun menurun secara bertahap.

Masuknya air ke dalam sistem yang telah rapuh mempercepat kegagalan. Partikel lempung yang terdispersi mudah terbawa aliran air, memicu erosi internal dan menghilangkan sifat padat tanah. 

Pada tahap ini, kegagalan terjadi bukan karena air semata, melainkan karena hilangnya struktur internal yang seharusnya menjaga kestabilan tanah.
 
Akar Rusak

Vegetasi sering dianggap sebagai penopang alami lereng. Hutan hijau, semak, dan pepohonan tampak seperti perisai yang menjaga tanah tetap stabil, sehingga warna hijau sering dijadikan simbol keselamatan.

Namun hijau tidak selalu aman. Di bawah dedaunan rimbun, tanah bisa kehilangan daya tahan internal akibat perubahan kimia dan kerusakan biologis yang tak terlihat. 

Kestabilan visual tidak selalu mencerminkan kestabilan struktural tanah.

Salah satu ancaman tersembunyi adalah pengasaman tanah. pH rendah meningkatkan aluminium terlarut yang bersifat racun bagi akar, merusak jaringan, mengganggu penyerapan air dan nutrisi, serta melemahkan fungsi mekanis akar sebagai pengikat tanah.

Akibatnya, akar kehilangan kemampuan menahan tanah saat hujan atau tekanan internal berubah. Lereng yang tampak hijau dan rapi sejatinya rapuh, menunggu pemicu eksternal untuk runtuh. 

Fenomena ini menegaskan pentingnya menjaga kesehatan kimia tanah selain vegetasi permukaan.

Longsor sebagai Kegagalan Sistem

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved