Selasa, 2 Juni 2026

Opini

Opini: Pariwisata Premium dan Keselamatan Transportasi Laut

Pola berulang ini mengindikasikan persoalan struktural dalam tata kelola keselamatan bahari, bukan semata kesalahan individual.

Tayang:
Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI PETRUS KANISIUS S TAGE
Petrus Kanisius Siga Tage 

Tanpa pengawasan menyeluruh, digitalisasi berisiko menjadi formalitas administratif, bukan alat deteksi dini.

Tekanan terhadap sistem keselamatan juga meningkat seiring lonjakan kunjungan wisatawan. 

Dalam empat bulan pertama 2025, puluhan kapal pesiar besar bersandar di Labuan Bajo. 

Kepadatan lalu lintas kapal di perairan yang relatif sempit meningkatkan risiko tabrakan dan kesalahan navigasi. 

Selain itu, tekanan terhadap daya dukung kawasan berpotensi merusak ekosistem laut yang menjadi daya tarik utama destinasi ini.

Tragedi di Labuan Bajo juga perlu ditempatkan dalam kerangka kebijakan nasional. 

Pemerintah saat ini mendorong sektor pariwisata sebagai penggerak pemulihan ekonomi pascapandemi dan penopang transformasi ekonomi daerah. 

Namun, orientasi pada pertumbuhan harus diimbangi dengan penguatan tata kelola risiko, khususnya di sektor transportasi dan keselamatan publik.

Agenda besar seperti pembangunan Destinasi Pariwisata Super Prioritas, penambahan konektivitas laut, serta peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara memerlukan standar keselamatan yang seragam dan terukur di seluruh wilayah. 

Dalam konteks ini, keselamatan bahari seharusnya menjadi indikator kinerja utama dalam pembangunan pariwisata. 

Tanpa indikator yang jelas dan mekanisme evaluasi yang transparan, kebijakan rawan terjebak pada pencapaian angka kunjungan semata.

Integrasi antara kebijakan pariwisata, perhubungan laut, mitigasi bencana, dan pengawasan teknis menjadi kebutuhan mendesak agar pembangunan tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan berkelanjutan.

Implikasi Internasional 

Kematian wisatawan asing membawa konsekuensi yang melampaui skala lokal.  Pemberitaan luas di media internasional berpotensi memengaruhi persepsi global terhadap keamanan destinasi wisata Indonesia. 

Bagi wisatawan mancanegara, khususnya dari Eropa, standar keselamatan merupakan pertimbangan utama dalam memilih tujuan wisata. 

Ketika sebuah destinasi unggulan gagal menjamin keselamatan dasar, kepercayaan pun mudah terkikis.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved