Breaking News
Kamis, 23 April 2026

Opini

Opini: In Illo Uno Unum

Pengabdian kedua lembaga atau institusi di wilayah perbatasan ini patut diberi apresiasi dan dukungan. 

|
Editor: Dion DB Putra
DOK PRIBADI
Romo Polikarpus Mehang Praing, Pr 

Akan tetapi upaya ini adalah peristiwa dan langkah istimewa bila dibaca dalam konteks berbangsa dan bernegara. 

Demikian juga, dalam konteks gereja katolik, sejalan dengan misi Gereja Katolik bagi dunia. 

Negara Republik Indonesia, dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945, menegaskan bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. 

Ideologi Pancasila menegaskan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Gereja, sebagaimana diwartakan Kitab Suci bahwa satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua (Ef 4,5-6.). 

Tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani, hamba atau orang merdeka, laki-laki atau perempuan, karena semua orang menjadi satu di dalam Kristus Yesus (Gal 3,28). 

Dalam Ensiklik Paus Fransiskus Fratelli Tutti paragraf 81, menyerukan dan menggarisbawahi untuk hadir ditengah mereka uang membutuhkan pertolongan tanpa peduli apakah mereka menjadi bagian dari kelompok sosial kita atau tidak. 

Konstitusi Pastoral Konsili Vatikan II, Gaudium Et Spes nomor 80 Semua kegiatan perang, yang menimbulkan penghancuran kota-kota seluruhnya atau daerah-daerah luas beserta semua penduduknya, merupakan tindak kejahatan melawan Allah dan manusia sendiri, yang harus dikecam dengan keras dan tanpa ragu-ragu.  

Ensiklik Pacem in Terris, Paus Yohanes XXIII, nomor 37,  menegaskan dasar perdamaian adalah kebenaran, keadilan, cinta kasih dan kebebasan.  

Terima kasih kepada Fakultas Filsafat Unwira Kupang dan ISFIT Timor Leste, yang telah melakukan pengabdian sekaligus penelitian. 

Hemat saya, cita cita dan harapan menciptakan keharmonisan dan persaudaraan di wilayah perbatasan dua negara ini, juga upaya menggali fakta kesamaan dalam budaya, adat istiadat, agama Katolik sebagai mayoritas, menjadi pemersatu dan kekuatan bagi orang orang Timor umumnya, dan mereka yang ada di perbatasan khususnya, untuk tetap bersaudara meskipun berbeda negara. 

Itu semua dasar yang indah dan patut dijaga sebagai sesama yang berdekatan dan bertetangga. 

Demikian juga dengan materi materi, yang telah disampaikan dan didiskusikan dari berbagai sudut pandang ilmu; filsafat, teologi, budaya dan hukum gereja, menjadi kekuatan dan inspirasi bagi warga untuk hidup berdampingan atau bertetangga di perbatasan ini dengan baik dan penuh damai. (*) 
  
Simak terus artikel POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved