Opini
Opini: Kerahiman Ilahi- Jalan Pulang Menuji Hati yang Diperbaharui
Sinar merah melambangkan darah, yaitu karya Yesus Kristus yang memberikan kehidupan baru melalui pengorbanan salib.
Oleh: Redegundis Kesa
Mahasiswi Fakultas FIlsafat Unwira Kupang, Nusa Tenggara Timur.
POS-KUPANG.COM - Dalam dunia yang semakin terfragmentasi oleh konflik, ketidakadilan, dan kehilangan makna, pesan “Dunia Membutuhkan Kerahiman Ilahi” bukan sekadar seruan devosional melainkan panggilan eksistensial yang menyentuh inti dari kondisi manusia.
Melalui wahyu pribadi yang diterima oleh Santa Faustina Kowalska pada tahun 1931, Yesus Kristus tidak hanya menawarkan penghiburan bagi jiwa-jiwa yang Lelah, tetapi juga membuka jalan transformasi radikal.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 12 April 2026: Damai yang Lahir Dari Kerahiman Allah
Perubahan pikiran, hati, dan orientasi hidup agar kembali kepada damai dan kasih dalam kehidupan bersama.
Dalam terang iman Katolik, kerahiman Allah bukanlah konsep abstrak atau emosi belaka.
Kerahiman ilahi adalah realitas ilahi yang menjadi fondasi keselamatan, sumber harapan, dan dorongan moral bagi setiap orang beriman.
Sinar dari Hati Yang Tersiksa: Simbol Pengharapan di Tengah Dunia
Gambar Yesus Kerahiman Ilahi dengan sinar putih dan merah yang memancar dari Hati-Nya bukan sekadar representasi artistik, melainkan simbol teologis yang kaya akan makna.
Sinar putih melambangkan air, yaitu karya Roh Kudus yang membersihkan, menguduskan, dan memberi peneguhan batin.
Sinar merah melambangkan darah, yaitu karya Yesus Kristus yang memberikan kehidupan baru melalui pengorbanan salib.
Kedua sinar ini mengalir dari lambung Yesus, tempat di mana menurut tradisi Gereja, air dan darah keluar saat sisi-Nya ditusuk tombak (Yohanes 19:34).
Ini adalah gambaran nyata dari sakramen-sakramen Gereja: Baptis dan Ekaristi, yang merupakan saluran rahmat utama bagi umat beriman.
Dengan demikian, devosi Kerahiman Ilahi bukanlah praktik mistis yang terpisah dari kehidupan gerejawi, melainkan penguatan atas keyakinan bahwa rahmat Allah terus bekerja secara konkret melalui tanda-tanda suci yang diberikan Gereja.
Yesus meminta agar gambar ini diberkati secara mulia pada hari Minggu pertama sesudah Paskah hari yang kemudian ditetapkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 2000 sebagai Minggu Kerahiman Ilahi.
Pemilihan waktu ini sangat signifikan. Paskah adalah puncak perayaan iman Kristen: kemenangan atas dosa dan maut, kebangkitan yang membawa harapan baru. Maka, kerahiman adalah buah langsung dari kebangkitan.
Kita tidak bisa merayakan kebangkitan tanpa menerima dan membagikan kerahiman.
Redegundis Kesa
Kerahiman Ilahi
Minggu Kerahiman Ilahi
Yesus Kerahiman Ilahi
Opini Pos Kupang
Fakultas Filsafat Unwira Kupang
Fakultas Filsafat
| Opini: Generasi Cemas di Tengah Dunia yang Tidak Pasti |
|
|---|
| Opini: AI dan Krisis Pendidikan Gen Z-Alpha |
|
|---|
| Opini: Holding Daerah- Mesin Transformasi Menuju Kemandirian Fiskal |
|
|---|
| Opini: Ketika Hujan Tak Datang, Siapa yang Kita Jaga? |
|
|---|
| Opini: Laporan Keuangan Daerah-Antara Kewajiban Regulasi dan Tanggung Jawab Publik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Redegundis-Kesa-FAdM.jpg)