TOPIK
Cerpen
-
Aku datang tidak untuk menuntut kesempurnaan, tapi aku datang untuk membawa diri dengan cinta yang tak sempurna ini kepada-Nya.
-
Jessica adalah sosok yang cukup kompeten, tidak heran alasan PHK-nya terus dipertanyakan. Ditambah lagi Felicia yang tiba-tiba naik jabatan.
-
Ron mendorong pintu darurat sleeper. Angin malam menusuk tulang. Di luar, bus terparkir miring di pembatas beton.
-
Bagaimana kami bisa belajar dari luka, bila luka itu ditutup kain putih dan diberi nama baru yang lebih manis?
-
Namun di balik senyumnya, hati Novita gelisah. Ia baru pindah ke Jakarta tiga bulan lalu, dan logat Malukunya sering jadi bahan olok-olokan.
-
Pertemuan mereka sering terjadi, terutama karena mereka sama-sama terlibat dalam persiapan perayaan Paskah.
-
Pesawat mendarat dan penumpang bergegas keluar. Bandara menyambut saya dengan aroma laut yang klise.
-
Di dalam lipatanku yang lusuh tersimpan kebenaran universal: perempuan-perempuan sandwich bukanlah korban keadaan
-
Mendung menyelimuti kota bagaikan bidadari menangis di batas cakrawala. Air matanya jatuh berupa bayang-bayang hitam menutupi lanskap kota.
-
Kesalahan kedua: tidak memahami bahwa ketakutan bisa membuat orang melakukan hal-hal yang di luar karakter mereka.
-
Rumah mungil dengan jendela yang tak pernah dibuka lebar, karena aku tak ingin dunia tahu betapa pekat luka yang tinggal di dalamnya.
-
Mama Soini tak pernah belajar membaca. Tapi ia bisa menebak musim hanya dari retak di tanah atau arah bayangan pohon asam di halaman.
-
Jumlahnya tidak besar, tapi cukup untuk keluarga kecil mereka. Saat itu ia berjanji akan mengembalikannya dalam sebulan.
-
Ibu meletakkan sulamannya, matanya menatap jauh. "Sudah lama, Nak. Tapi luka itu tak pernah kering.
-
Teriakan yang biasa. Kesalahan kecil menjadi amarah besar. Hanya karena handuk anaknya tidak diletakkan di kamar mandi.
-
"Luka itu tidak pernah benar-benar sembuh," tulis Ratih, "ia hanya berubah bentuk, menjadi kebijaksanaan yang pahit."
-
Tapi semua tahu, mesin tua tak peduli siapa yang mengemudi. Kalau mesin itu mogok, nyawa juga ikut terseret.
-
Apa boleh buat, kakimu terasa berat untuk melangkah barang tiga empat langkah. Akankah kau tetap duduk manis di bangku tua berdebu itu?
-
Ia tak pernah menyangka akan kembali ke kampung ini tanpa gelar, tanpa upacara kelulusan, tanpa senyum.
-
Dan yang paling penting, lorong ini membuktikan bahwa doa adalah bahasa yang dipahami semua orang. Tanpa memandang agama, suku, atau status.
-
Aku terlalu sibuk dengan mimpi yang kurajut. Lebih dari itu, rasa mulai benar-benar timbul dari sebuah pandangan yang penuh rahasia saat engkau
-
Ketika jeda yang baru akhirnya muncul di balkon, kerumunan tak hanya menyembunyikan, mereka diam dalam haru.
-
Instingku memang selalu benar. Aku tahu bahwa akan ada kisah yang berakhir dengan kenangan luka.
-
Setiap pagi, Riki berjalan kaki menyusuri jalan setapak, membawa tas kain lusuh berisi buku- buku yang dicintainya.
-
Socrates, sebagai seorang pemimpin, sering duduk sendiri di balkon istananya, memandangi langit malam yang luas.
-
Di balik gerbang itu, tinggal seorang wanita yang pernah mengisi hari-harinya dengan tawa dan cinta.
-
Aku tidak setuju dengan pendapat ini. Alasannya sederhana; jika bagiku engkau adalah mantanku, maka bagimu aku adalah mantanmu.
-
Ia terjebak dalam pusaran keresahan tentang masa lalu yang telah berlalu, masa kini yang membingungkan, dan masa depan yang tak pasti.
-
Socrates bukanlah seorang cendekiawan dalam arti formal, tetapi jiwanya terus berkelana, menelusuri jejak-jejak kebijaksanaan yang terserak.
-
Ada apa dengan kemesraan mereka? Apakah ada yang salah? Apakah mereka rindu akan sebuah kemesraan?
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved