Cerpen
Cerpen: Surat untuk Mantan
Aku tidak setuju dengan pendapat ini. Alasannya sederhana; jika bagiku engkau adalah mantanku, maka bagimu aku adalah mantanmu.
Oleh Fr. Stefan Bandar, RCJ
POS-KUPANG.COM - Kau yang pernah singgah lalu pulang, yang pernah sayang lalu menghilang, yang pernah mendekat lalu menghindar, yang pernah mendekap lalu mendepak, yang pernah berjanji lalu mengingkari, bagaimana kabarmu kali ini?
Aku harap engkau baik-baik saja, sebagaimana aku yang selalu baik-baik saja di sini, bahkan setelah engkau pergi.
Orang sering katakan bahwa mantan adalah sampah, dan sebagai sampah maka ia harus dibuang pada tempatnya.
Aku tidak setuju dengan pendapat ini. Alasannya sederhana; jika bagiku engkau adalah mantanku, maka bagimu aku adalah mantanmu.
Kesimpulan jelas, kita berdua adalah sampah. Serendah itukah kita?
Aku hanya berpikir bahwa pendapat ini mungkin datang dari orang-orang yang berpisah dengan cara tidak baik.
Datang dari orang yang ditinggal-pergi dengan luka yang dalam.
Datang dari orang yang sebenarnya tidak ingin berpisah namun pada akhirnya harus merelakan karena memang kesetiaan telah dikhianati. Lalu bagaimana dengan kita?
Memang sulit untuk kujelaskan. Tapi toh pada akhirnya aku sadar bahwa kita sedang dalam tahap seleksi, atau bahkan pada tahap koleksi.
Kita sedang dalam peroses pencarian seseorang yang mampu menerima diri kita apa adanya, seorang yang mau menutupi kekurangan kita dengan kelebihannya. Sakit, iya. Tapi aku harus merelakanmu pergi.
Aku mencintaimu dengan seluruh hatiku, dengan seluruh perasaanku, dan dengan seluruh kehendakku.
Aku ingin mengobati seluruh keretakanmu dan berharap engkau menjadi orang yang mampu menutup seluruh kekuranganku. Aku ingin berlari bersamamu, berharap engkau mengizinkanku merangkak bersamamu.
Ya, aku tahu bahwa aku bukanlah orang pertama yang menetap di hatimu. Aku bukanlah orang pertama yang hadir lalu memberimu arti cinta.
Begitupun dengan dirimu; kau bukanlah orang pertama yang dapat kulihat dan kutemukan prihal masa depanku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/nulis.jpg)