TAG
Cerpen Pos Kupang
-
Cerpen: Panggil Saja Diasi Molas
Ada sesuatu di balik nama itu yang membuatku merasa terikat. Bayangkan, orang tuanya benar-benar menamai anak mereka cantik.
Sabtu, 19 Oktober 2024 -
Cerpen: Senja di Ujung Harapan
Arya, yang duduk dengan tenang, menoleh. Wajahnya penuh keriput, tetapi matanya masih menyala dengan semangat yang tak pudar. "Kita masih bisa berubah
Rabu, 16 Oktober 2024 -
Cerpen: Mama Meri
Sudah tiga puluh pesan yang belum dibaca oleh Mama Meri dan masih terus muncul pesan baru lainnya di grup itu.
Rabu, 16 Oktober 2024 -
Cerpen: Cerita Singkat untuk Kisah yang Panjang
Aku memiliki satu alasan untuk tidak mengatakan perasanku padamu, tetapi aku memiliki seribu alasan untuk mengutarakannya!
Sabtu, 12 Oktober 2024 -
Cerpen: Ijazah Rupa-Rupa
Mereka berdua melanjutkan langkah menuju rumah Sumpel. Sementara itu, di dalam hati Sumpel bergolak rasa bersalah.
Sabtu, 12 Oktober 2024 -
Cerpen: Di Ujung Rasa Cukup
Orang-orang seolah telah berlalu bersama waktu, menyisakan hanya ingatan tentang mereka yang dulu berjasa besar dalam hidupku.
Minggu, 6 Oktober 2024 -
Cerpen: Racun Tak Berwujud
Namun, pandangannya tertuju pada sesuatu yang aneh di sudut cermin. Ada sebuah garis hitam kecil, nyaris tak terlihat, di bagian pojok cermin.
Selasa, 1 Oktober 2024 -
Cerpen: Seperti Pelangi
Aku sedikit kaget karena memang aku berasal dari NTT, tepatnya dari sebuah kampung di tanah Manggarai.
Senin, 30 September 2024 -
Cerpen: Jejak Langkah Sang Reformis
Kota ini telah menjadi saksi bisu perjalanannya, dari seorang pemuda biasa hingga menjadi figur politik yang diperhitungkan.
Minggu, 29 September 2024 -
Cerpen: Rakyat yang Lupa Tersenyum
“Apa gunanya semua ini kalau perut tetap kosong?” gumamnya sambil mengusap peluh di dahinya yang mulai memutih oleh usia.
Minggu, 29 September 2024 -
Cerpen: Surat untuk Enu
Siapa yang melarangmu mencintai? Tidak ada! Bahkan diriku pun juga tidak. Mengapa? Sebab cinta adalah suatu kebutuhan dalam diri kita.
Kamis, 26 September 2024 -
Cerpen: Bidadari Kuburan
Ini pertama kalinya aku mengunjung pusara kakekku. Maklumlah, sebelumnya keluargaku tinggal di pulau seberang yang letaknya cukup jauh.
Rabu, 25 September 2024 -
Cerpen: Jejak Yang Terhapus
Ia kaget ketika Pa Narto suaminya yang dari tadi asyik menikmati kopi sambil membaca buku tiba-tiba bertanya kepadanya.
Kamis, 4 Juli 2024 -
Cerpen: Meninggal di Siang Hari
Yohan membaca satu persatu judul buku yang dicarinya, tanpa menghiraukan kedatangan Paulina. Kemudian ia duduk di salah satu kursi dan mulai membaca.
Jumat, 28 Juni 2024 -
Cerpen: Maaf, Aku Mencintaimu
Apa mungkin Denada tak mengetahui isi hati Toni atau mungkin dari gelagat yang berbeda Denada merasakan hal yang sama?
Jumat, 28 Juni 2024 -
Cerpen: Nasabah yang Hilang
“Selamat pagi, kaka” seorang menyapa Kaka Ratna, perempuan muda berusia 30 tahun, yang sedang membersihkan halaman depan rumahnya.
Kamis, 27 Juni 2024 -
Cerpen: Air Mata Dara
Dara membuka pintu itu dengan hati-hati. Tampak ruangan yang begitu besar dan luas. Tersedia makanan mewah yang masih tertata dengan rapi.
Jumat, 21 Juni 2024 -
Cerpen: Sebelum Berbaju Pernah Berjubah
Setiap langkah Febri menghiasi kehidupan di Wae Langkok. Ia merangkai kebersamaan dengan ladang-ladang hijau yang menari-nari di bawah langit biru.
Jumat, 21 Juni 2024