TAG

Cerpen Pos Kupang

  • Cerpen: Kurang Adab

    Jessica adalah sosok yang cukup kompeten, tidak heran alasan PHK-nya terus dipertanyakan. Ditambah lagi Felicia yang tiba-tiba naik jabatan. 

    Rabu, 3 Desember 2025
  • Cerpen: Malam yang Terputus di Km 72

    Ron mendorong pintu darurat sleeper. Angin malam menusuk tulang. Di luar, bus terparkir miring di pembatas beton. 

    Selasa, 25 November 2025
  • Cerpen: Di Ujung Ingatan

    Bagaimana kami bisa belajar dari luka, bila luka itu ditutup kain putih dan diberi nama baru yang lebih manis?

    Senin, 24 November 2025
  • Cerpen: Lagu dari Timur

    Namun di balik senyumnya, hati Novita gelisah. Ia baru pindah ke Jakarta tiga bulan lalu, dan logat Malukunya sering jadi bahan olok-olokan. 

    Sabtu, 8 November 2025
  • Cerpen: Ketika Panggilan Hati Bersua dengan Panggilan Ilahi

    Pertemuan mereka sering terjadi, terutama karena mereka sama-sama terlibat dalam persiapan perayaan Paskah. 

    Selasa, 7 Oktober 2025
  • Cerpen: Sepucuk Surat untuk Guru Gute

    Pesawat mendarat dan penumpang bergegas keluar. Bandara menyambut saya dengan aroma laut yang klise. 

    Rabu, 10 September 2025
  • Cerpen: Dompet Mama

    Di dalam lipatanku yang lusuh tersimpan kebenaran universal: perempuan-perempuan sandwich bukanlah korban keadaan

    Sabtu, 30 Agustus 2025
  • Cerpen: Petisi 

    Mendung menyelimuti kota bagaikan bidadari menangis di batas cakrawala.  Air matanya jatuh berupa bayang-bayang hitam menutupi lanskap kota. 

    Kamis, 28 Agustus 2025
  • Cerpen: Ruang Ketiga

    Kesalahan kedua: tidak memahami bahwa ketakutan bisa membuat orang melakukan hal-hal yang di luar karakter mereka.

    Selasa, 12 Agustus 2025
  • Cerpen: Suara dari Balik Dinding

    Rumah mungil dengan jendela yang tak pernah dibuka lebar, karena aku tak ingin dunia tahu betapa pekat luka yang tinggal di dalamnya. 

    Sabtu, 26 Juli 2025
  • Cerpen: Benang yang Tak Sampai

    Mama Soini tak pernah belajar membaca. Tapi ia bisa menebak musim hanya dari retak di tanah atau arah bayangan pohon asam di halaman. 

    Jumat, 18 Juli 2025
  • Cerpen: Sudah Saatnya

    Jumlahnya tidak besar, tapi cukup untuk keluarga kecil mereka. Saat itu ia berjanji akan mengembalikannya dalam sebulan. 

    Rabu, 2 Juli 2025
  • Cerpen: Menghapus Jejak

    Ibu meletakkan sulamannya, matanya menatap jauh. "Sudah lama, Nak. Tapi luka itu tak pernah kering. 

    Minggu, 29 Juni 2025
  • Cerpen: Aku yang Lain

    Teriakan yang biasa. Kesalahan kecil menjadi amarah besar. Hanya karena handuk anaknya tidak diletakkan di kamar mandi.

    Jumat, 27 Juni 2025
  • Cerpen: Luka yang Bersuara

    "Luka itu tidak pernah benar-benar sembuh," tulis Ratih, "ia hanya berubah bentuk, menjadi kebijaksanaan yang pahit."

    Kamis, 12 Juni 2025
  • Cerpen: Di Bawah Bayang Ekskavator

    Tapi semua tahu, mesin tua tak peduli siapa yang mengemudi. Kalau mesin itu mogok, nyawa juga ikut terseret.

    Kamis, 12 Juni 2025
  • Cerpen: Kesumat

    Apa boleh buat, kakimu terasa berat untuk melangkah barang tiga empat langkah. Akankah kau tetap duduk manis di bangku tua berdebu itu? 

    Selasa, 10 Juni 2025
  • Cerpen: Asap Panas di Tanah Dingin

    Ia tak pernah menyangka akan kembali ke kampung ini tanpa gelar, tanpa upacara kelulusan, tanpa senyum.

    Sabtu, 7 Juni 2025
  • Cerpen: Rumah Doa yang Tak Pernah Tutup

    Dan yang paling penting, lorong ini membuktikan bahwa doa adalah bahasa yang dipahami semua orang. Tanpa memandang agama, suku, atau status. 

    Rabu, 4 Juni 2025
  • Cerpen: Sebuah Pertemuan yang Mengingatkan

    Aku terlalu sibuk dengan mimpi yang kurajut. Lebih dari itu, rasa mulai benar-benar timbul dari sebuah pandangan yang penuh rahasia saat engkau

    Jumat, 23 Mei 2025
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved