Cerpen

Cerpen: Air Mata Dara

Dara membuka pintu itu dengan hati-hati. Tampak ruangan yang begitu besar dan luas. Tersedia makanan mewah yang masih tertata dengan rapi.

Editor: Dion DB Putra
shutterstock
Ilustrasi. 

Oleh : Risna Ase

Jika kamu merasa cintamu sudah kandas dari awal
Jangan pernah mencoba untuk menjalaninya..
Meskipun dia mungkin adalah orang paling cocok untukmu
Tapi akan lebih baik kamu mencegah mencintainya
Ketimbang pada akhirnya kamu akan menyalahkan dirimu

Gadis berambut pirang itu melangkah menuju sebuah gedung mewah. Memenuhi undangan dari Ananta. Menapaki lantai gedung dengan hati-hati sambil melihat di sekelilingnya. Seorang petugas memberikan salam hangat
sambil tersenyum ramah.

Beberapa saat setelah berbicara dengan gadis itu, ia menunjuk suatu ruangan yang masih dalam keadaan tertutup rapat.

“Nyonya Ananta? Silahkan ke arah sana, Non “ Sahut petugas itu.

Dara nama gadis keturunan Sunda itu. Ia berjalan menapaki lantai apartemen. Sepi, hening dan senyap. Lantas untuk apa Ananta mengundangnya ke sana? Makan malam di jam seperti ini?

Dara membuka pintu itu dengan hati-hati. Tampak ruangan yang begitu besar dan luas. Tersedia makanan mewah yang masih tertata dengan rapi.

Namun tidak ada orang di sana. Dara mencoba melihat sekelilingnya. Hampa seperti tak ada tanda kehidupan. Dara mencoba melangkah mendekat ke tempat hidangan itu.

Beberapa saat kemudian, pintu kembali terbuka. Seorang Perempuan berwajah keturunan Belanda. Mengenakan gaun merah dan highhils melangkah maju.

Sontak Dara terkejut dan langsung membalikan pandangannya ke pintu.

“Nyonya Ananta?" ucap Dara terbata-bata

“Akhirnya kau datang juga Dara. “ Ucap Ananta, perempuan yang mengundang Dara. Ananta menarik kursi didepannya lalu dengan sigap mengambil posisi yang pasti.

“Silakan duduk, Dara. Aku mengundangmu malam ini karena adabeberapa hal yang ingin aku sampaikan"

Dara menuruti kata-kata Ananta. Ia mengerutkan kening bersiap mendengarkan apa saja yang hendak dikatakan Ananata.

“Oh ya, aku hanya mau memberitahu bahwa mulai sekarang, tinggalkan anakku Satria. Karena ia akan segera menikah“ Kata Ananta dengan mantap.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved