Breaking News

Cerpen

Cerpen: Nasabah yang Hilang

“Selamat pagi, kaka” seorang menyapa Kaka Ratna, perempuan muda berusia 30 tahun, yang sedang membersihkan halaman depan rumahnya.

Editor: Dion DB Putra
ISTIMEWA/HO
Ilustrasi 

Oleh Faldo Mogu*

Setiap hari, perempuan berusia 55 tahun itu hidup di dalam ketakutan. Hari-harinya hanya dihabiskan di dalam rumah. Ketika ayam mulai berkokok di pagi hari, hatinya mulai tak tenang.

Ketakutan itu mulai menghantuinya. Ia baru akan tenang ketika malam tiba. Ketika tak didapatinya lagi orang-orang yang sibuk dengan urusannya di luar rumah.

Selama ia masih melihat orang-orang dari balik jendela kamarnya, maka selama itu juga pintu rumahnya tetap terkunci, dan jendela-jendela pun turut ikut tertutup rapat.

Tetangganya yang terdekat sebetulnya memahami hal demikian. Kadang tetangganya turut prihatin.

Kaum tetangga membiarkannya terus berulah. Membiarkannya terus bersembunyi. Di dalam rumah. Menjadi buronan, seperti selalu. Entahlah sampai kapan itu.

***

“Selamat pagi, kaka” seorang menyapa Kaka Ratna, perempuan muda berusia 30 tahun, yang sedang membersihkan halaman depan rumahnya.

“Selamat pagi juga. Ada perlu ko? Balas Kaka Ratna singkat sembari mengalihkan pandangan kepada dua lelaki berseragam hitam-putih yang ada di depannya.

“Benar, ini rumah Mama Gina to kaka?” tanya seorang lelaki berkulit hitam manis, dan berbadan sedikit lebih tinggi dari temannya yang satu.

“Eh, minta maaf ko, maksudnya rumah yang ini?” lagi tanya Kaka Ratna, sembari menunjuk tempat yang dimaksud, yaitu rumahnya. “Iya, kaka” kedua lelaki itu menanggapinya dengan cepat-cepat dan secara bersamaan.

“Hahah...saya Ratna em. Dan ini rumah saya, bukan rumah Mama Gina em” perempuan beranak dua itu menggeleng-geleng kepala, lalu kembali melanjutkan kegiatannya; membersihkan halaman rumah yang dipenuhi oleh dedaunan dari pohon alpokat.

Sedangkan dua lelaki itu tampak sedikit malu dan kian bingung. Mereka kemudian mulai mengotak-atik ponsel untuk kembali memastikan rumah yang dimaksud.

“Minta maaf kaka, katanya Mama Gina itu sudah pindah kemari. Tapi tidak tahu yang mana rumahnya dari kelima deretan rumah ini” ujar seorang lelaki yang berkulit putih dan berbadan pendek sambil menggaruk-garuk kepala.

“Memang benar ada yang baru datang di sini ko, dan saya kenal semua orang-orang di sekitar sini, tapi tidak ada yang namanya seperti itu ew” jelas Kaka Ratna setelah lama memandang wajah kebingungan dari dua lelaki tersebut.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved