Cerpen
Cerpen: Dara di Puncak Rembulan
Ia berdiri terpaku. Entah ia menikmati semburat indah rembulan di langit malam itu ataukah ia sedang merencanakan sesuatu.
Oleh: Paulinus Yuwarno *
POS-KUPANG.COM - Ketika malam menelan segalanya, satu pertemuan di puncak bukit mengubah dua jiwa selamanya.
Di tengah gelapnya malam, ketika rembulan memamerkan keindahannya dan matahari lelap dalam peraduan, seonggok dara tampak menumpuk di ufuk timur.
Ia berdiri terpaku. Entah ia menikmati semburat indah rembulan di langit malam itu ataukah ia sedang merencanakan sesuatu.
Aku penasaran, sambil melangkah perlahan, seakan takut ditelan harimau malam. Perlahan ia turun dari atas batu besar. Lalu meringkuk di tanah sambil menyandar pada batu itu.
Penasaran memaksaku maju. Perlahan tapi pasti, kakiku membawa tubuh ini mendekat pada sosok yang belum kukenal—sosok yang merintih di ujung remang-remang malam puncak bukit itu.
Baca juga: Cerpen: Menanti Samudera Mengering
Rambutnya panjang terurai, dihempas angin malam dari balik bukit. Ia merintih. Aku terkejut. Entah apa yang terjadi dengannya, tapi sesuatu dalam diriku yakin.
“Ia perempuan itu. Yang terjerembab jatuh dari katulistiwa. Yang mengukir rasa tak bernama dalam sukmaku.”
Bukan metafora biasa. Ia benar-benar jatuh dalam arti yang paling dalam dan paling menyakitkan. Aku melihatnya berkali-kali dalam mimpi.
Sungai Api dari Lembah
"Dania…" Sayup terdengar teriakan rombongan warga dari kejauhan, membawa obor menyala. Cahaya mengalir dari lembah, menyusuri lereng seperti Sungai Nil yang lamban menuju musim semi.
Indah nian terlihat dari atas bukit—nyala obor bergerak di tengah kegelapan. Tapi tiba-tiba, cahaya hilang. Suara-suara menjauh. Mereka mengambil rute yang berlawanan.
Aku dan Altar yang Ditinggalkan
Aku bermalam di hutan. Sebagai mahasiswa kehutanan itu hal yang biasa. Sebelum studi Kehutanan di Institut Pertanian Bogor, aku seorang seminaris. Alur cita-citaku hanya satu: menjadi imam.
Altar adalah destinasi. Di sana harusnya aku berada—mengangkat roti dan piala. Tapi hidup membawaku ke sini. Inilah jalan yang kutempuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Cewek-rembulan.jpg)