Opini
Opini: Menyembelih Ego di Altar Kehidupan
Kita hidup di tengah masyarakat yang terlalu mudah memuliakan manusia karena atribut keduniawiannya.
Agar kita tidak mabuk oleh pujian dunia yang semu, dan agar kita tidak memandang rendah mereka yang hari ini berada di bawah kita.
Ukuran terbesar kemuliaan manusia di hadapan Allah bukanlah tentang seberapa tinggi ia pernah berdiri, melainkan seberapa takwa dan seberapa baik sikapnya kepada orang lain sebelum akhirnya ia kembali masuk ke dalam bumi.
Jika pada momen Hari Raya Qurban 1447 H ini kita diingatkan kembali bahwa pada akhirnya sang raja dan sang pion akan kembali ke dalam kotak penyimpanan yang sama, lalu untuk apa kita begitu sibuk merasa lebih tinggi daripada sesama selama hidup di dunia?
Sembelihlah ego itu sebelum kematian yang menyembelih paksa semua kebanggaan kita. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
H. Muhammad G. Arifoeddin
Muhammad G. Arifoeddin
Qurban
Idul Qurban
Idul Adha 1447 Hijriyah
Opini Pos Kupang
| Opini: Pancasila dalam Anggaran |
|
|---|
| Opini - Ketika Teknologi Menguasai Kosmos: Membaca Kritik Martin Heidegger |
|
|---|
| Opini - Digitalis Humanitas dan Kearifan Lokal NTT di Tengah Revolusi AI |
|
|---|
| Opini: Kekuatan Narasi Digital- Pesta Babi dan Perebutan Pengaruh Setelahnya |
|
|---|
| Opini: Di Balik Turunnya NPL- Sinyal Risiko Kredit Bank NTT |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Muhammad-G-Arifoeddin-01.jpg)