Opini
Opini: Minus Malum dalam Pendidikan di NTT
Anak-anak di daerah pedalaman dipaksa mempelajari konsep-konsep abstrak yang tidak pernah menyentuh pengalaman konkret mereka sehari-hari.
Tayang:
Editor:
Dion DB Putra
Namun daya itu akan terus terobsesi apabila model pendidikan hanya melahirkan manusia yang takut berpikir dan terbiasa menerima keadaan secara pasif.
Melalui gagasan Minus Malum, pendidikan di NTT seharusnya diarahkan untuk membangkitkan kesadaran baru bahwa sekolah tidak didirikan sekadar untuk mencetak tenaga kerja murah atau ahli penghafal teori, tetapi untuk menyalakan api rasionalitas manusia. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
Berita Terkait:#Opini
| Opini - Membangun Kesadaran Ekologis Kota Kupang: Sebuah Refleksi Kosmologis |
|
|---|
| Opini - Refleksi Budaya Lokal NTT dalam Terang Stoisisme |
|
|---|
| Opini: Menalar Konflik Film Pesta Babi dalam Perspektif Politik Pengakuan |
|
|---|
| Opini: Apakah Beribadah dapat Mencegah Terjadinya Bunuh Diri? |
|
|---|
| Opini: Satu Momen, Banyak Tafsir- Polemik Gawai Pejabat di Era Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Didimus-Wungo.jpg)