Opini
Opini: Stunting Epistemik di Nusa Tenggara Timur
Di sinilah persoalan stunting tidak lagi hanya menyentuh aspek biologis, tetapi juga memasuki wilayah pengetahuan.
Epistemologi menunjukkan bahwa keberhasilan kebohongan terletak pada perubahan keyakinan penerima informasi. Kebohongan dianggap berhasil ketika orang lain mempercayainya.
Artinya, persoalan terbesar bukan hanya siapa yang menyampaikan informasi salah, melainkan bagaimana masyarakat menerima dan memproses informasi tersebut.
Karena itu, upaya mengatasi stunting di NTT tidak cukup berhenti pada intervensi gizi, bantuan kesehatan, atau program pembangunan fisik.
Yang dibutuhkan juga adalah pembangunan kesadaran epistemik: kemampuan untuk mempertanyakan, memeriksa evidensi, dan membedakan antara keyakinan, kekeliruan, dan kebenaran.
Sebab masyarakat yang sehat tidak hanya ditentukan oleh tubuh yang bertumbuh baik, tetapi juga oleh cara berpikir yang bertumbuh sehat.
Jika tubuh dapat mengalami stunting, pengetahuan pun dapat mengalami hal yang sama. Dan ketika mitos, kekeliruan, serta kebohongan lebih dipercaya daripada evidensi, yang dipertaruhkan bukan hanya kesehatan anak-anak NTT hari ini, tetapi masa depan generasi berikutnya. (*)
Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Yohanes-Goa-Mahasiswa-Fakultas-Filsafat-Unwira.jpg)