Opini
Opini: Mazmur Mazmur Nusantara
Laut mengajarkan solidaritas. Ombak mengajarkan ketangguhan. Perahu mengajarkan kebersamaan. Badai mengajarkan kerendahan hati.
Budaya mampu menjaga ingatan kolektif bangsa. Spiritualitas membantu manusia menemukan kembali makna hidup yang lebih dalam daripada sekadar konsumsi dan pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, “Mazmur Mazmur Nusantara” hendak menjadi lebih dari sebuah buku. Ia ingin menjadi ruang dialog antara tradisi lokal dan tantangan global; antara masyarakat adat dan dunia modern; antara spiritualitas dan krisis ekologis kontemporer.
Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat peradaban ekologis dunia. Tetapi itu hanya mungkin jika bangsa ini mau mendengar kembali suara-suara dari pinggiran: suara nelayan kecil, masyarakat adat, perempuan pesisir, petani tradisional, penjaga hutan, dan semua komunitas yang selama ini hidup menjaga keseimbangan dengan alam.
Mereka bukan kelompok terbelakang.
Mereka sesungguhnya penjaga masa depan.
Sudah waktunya pembangunan nasional tidak lagi hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan bangsa ini menjaga martabat manusia, merawat alam, dan mempertahankan kebijaksanaan hidup bersama.
Karena pada akhirnya, bangsa yang kehilangan hubungan spiritual dengan alam akan kehilangan arah sejarahnya sendiri.
Dan mungkin, di tengah dunia yang semakin bising oleh perebutan kuasa dan kerakusan ekonomi, Indonesia justru perlu kembali belajar bernyanyi bersama laut. (*)
*) Mike Keraf, CSsR adalah seorang Rohaniawan Katolik atau pastor dan pejuang lingkungan asal Lembata, NTT, yang aktif berkarya di Sumba. Beliau dikenal sebagai Direktur Yayasan Pengembangan Kemanusiaan Donders (Donders Foundation) di Sumba Barat Daya.
Simak berita, artikel opini atau cerpen POS-KUPANG.COM di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Mike-Keraf-01.jpg)