Opini
Opini: Manusia Tidak Boleh Sekadar Tahu atau Seolah-olah Tahu
Buku ini menarik untuk memberi semacam imbauan atau lebih tepatnya panduan sistematis kepada setiap orang untuk mencari pengetahuan.
Membaca Buku Teori Pengetahuan Karya Petrus Tan, SVD
Oleh: Emanuel Kolfidus
Pegiat literasi, tinggal di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
POS-KUPANG.COM - Pater Petrus Tan, SVD, pengajar pada Fakultas Filsafat Unwira Kupang, Kembali meluncurkan bukunya berjudul Teori Pengetahuan Dasar-Dasar Epistemologi, setelah belum lama berselang, ia meluncurkan buku Tirani Meritokrasi dan Gerakan Murka Demokrasi yang diterbitkan oleh Penerbit Kanisius.
Buku Teori Pengetahuan Dasar-Dasar Epistemologi ini dikhususkan bagi mahasiswa (Filsafat) sebagai sebuah buku ajar tetapi, tetap terbuka untuk mahasiswa umunya dan juga tentu bagi mereka yang senantiasa rindu akan pengetahuan dari semua kalangan.
Buku ini menarik untuk memberi semacam imbauan atau lebih tepatnya panduan sistematis kepada setiap orang untuk mencari pengetahuan.
Baca juga: Opini: Rupiah di Titik Nadir, BI Tak Bisa Menggendong Sendiri!
Bahwa pengetahuan bukanlah sebuah pengertian yang sederhana tetapi ia proses yang kompleks dan filosofis dan menjadi cabang ilmu filsafat khusus, yakni epistemologi; dalam terang ini kita juga mengenal term ontologi dan aksiologi.
Bagi kami, buku ini menjadi pedoman dasar bagi setiap orang agar dalam hidup, ia tidak merasa sudah tahu, asal tahu apalagi seolah-olah tahu, sebagai sikap yang lazim kita jumpai dalam intreraksi sosial dimana dengannya sering orang demikian dijuluki “sok tahu” padahal belum tentu dia tahu dengan utuh dan benar apa yang dia ketahui jika dirunut dari teori pengetahuan.
Sebagai pembaca awam, saya coba merefleksikan pemahaman saya terhadap buku Pater Petrus yang mana pemahaman saya inipun perlu dikoreksi, jangan-jangan saya merasa sudah tahu apa yang diketahui Pater Petrus atau apa yang dimaksudkan Pater Petrus dalam bukunya dengan memperkenalkan espistemologi sebagai pengetahuan sistematik tentang pengetahuan.
Dugaan saya benar bahwa epistemologi memiliki kaitan dengan logika; selain dengan ilmu-ilmu lain atau dalam arti buku ini memberi sumbangan bagaimana cara menalar yang baik dan kritis dalam bekerjanya rasio, pengalaman dan intuisi.
Unsur, Sumber dan Cara Kerja Epistemologi
Petrus Tan memperkanlakan aspek-aspek utama dan mendasar dari epistemologi pertama tentang tiga unsur pengetahuan yakni : tindakan mengetahui (the act of knowing), sesuatu yang diketahui (the objects of knowing) dan kesadaran yang terlibat (the consciousness subject).
Sedangkan sumber pengetahuan berasal dari enam area atau medan utama yaitu, pengetahuan yang berasal dari ratio atau akal budi (reason), pengetahuan yang berasal dari persepsi (perception), pengetahuan yang berasal dari intuisi (intuition), pengetahuan yang berasal dari kesaksian (testimony), pengtetahuan yang berasal dari revelasi (revelation) atau perwahyuan dan pengetahuan yang berasal dari ingatan (memory).
Dengan masing-masing kategori memiliki penjelasan dan derajat pengetahuann, memiliki kesulitan atau tantangan ineheren maka para epistemologi kemudian mengajukan pertanyaan-pertanyaan (menurut saya bersifat konformatif) yang mengungkap masalah-masalah yang melekat pada sumber-sumber tersebut.
Untuk kemudian, buku ini memperkenalkan bagaimana cara kerja epistemologi dalam tujuan mengungkap bahwa sesuatu yang kita tahu dapat disebut sebagai pengetahuan.
Sesuatu disebut pengetahuan seturut teori pengetahuan jika memiliki 3 (tiga) syarat yang bersifat mutlak, artinya harus ketiga-tiganya terpenuhi, tidak boleh kurang satupun, yaitu syarat adanya keyakinan (the belief condition), adanya kebenaran (truth) yang biasanya berdasarkan penalaran dan pembuktiannya (justification) bisa berupa verifikasi (suatu pernyataan dibuktikan benar) ataupun falsifikasi (suatu pernyataan dibuktikan salah).
Karena setiap pengetahuan melibatkan tiga elemen dasar yakni kesadaran, obyek pengetahuan dan tindakan mengetahui.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Anggota-DPRD-Provinsi-NTT-dari-Partai-Demokrasi-Indonesia-Eman-Kolfidus.jpg)