Opini
Opini: Sensus Ekonomi 2026- Memetakan Lanskap Ekonomi Digital NTT
Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan statistik, tetapi upaya sistematis untuk menangkap realitas ekonomi yang selama ini tersembunyi.
Oleh: Afriani Niana Danus, SST, MSE
Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Sikka
POS-KUPANG.COM - Dalam kurang dari dua dekade terakhir, cara masyarakat bertransaksi berubah drastis.
Dari tatap muka menjadi percakapan digital. Transaksi terjadi di ruang virtual, kesepakatan dicapai lewat pesan singkat, dan barang dikirim tanpa etalase.
Fenomena ini tumbuh cepat dan masif, menjadi denyut baru perekonomian nasional yang tak bisa diabaikan.
Namun, ada satu persoalan mendasar yaitu sebagian besar aktivitas ini belum benar-benar terpetakan dalam statistik resmi. Ia hidup, tetapi belum sepenuhnya tercatat.
Di sinilah kita berhadapan dengan apa yang kerap disebut sebagai hidden economy: ekonomi yang nyata, tetapi belum sepenuhnya tertangkap dalam statistik resmi.
Baca juga: Opini: Sensus Ekonomi 2026 untuk Apa?
Gambaran umumnya terlihat, tetapi detailnya masih samar ketika ditelusuri hingga ke tingkat wilayah yang lebih kecil.
Gambaran ini juga terjadi di Nusa Tenggara Timur ( NTT). Aktivitas jual beli berbasis digital terus tumbuh, terutama di kalangan usaha mikro dan kecil.
Mereka eksis, menghasilkan pendapatan, bertransaksi, dan menjaga roda ekonomi tetap bergerak.
Namun sebagian besar masih berlangsung secara informal dan belum tercatat secara sistematis.
Di balik geliat ini, tersimpan potensi besar sekaligus tanda tanya, seberapa luas sebenarnya ekonomi digital NTT, dan di mana kekuatannya berada?
NTT: Potensi Besar, Data Masih Tertinggal
Ekonomi digital Indonesia melesat cepat. Pada 2024, nilai transaksi e-commerce mencapai Rp1.288 triliun atau hampir 6 persen dari PDB, melibatkan lebih dari 4,40 juta usaha.
Menariknya, sebagian besar transaksi tidak terjadi di marketplace, melainkan melalui media sosial dan aplikasi pesan instan.
Namun di tengah laju tersebut, posisi NTT masih tertinggal. Data BPS menunjukkan, baru 14,19 persen pelaku usaha di NTT yang memanfaatkan teknologi digital.
Angka ini menempatkan NTT sebagai daerah dengan capaian terendah kedua secara nasional, hanya sedikit di atas Papua Pegunungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ilustrasi-Sensus-Ekonomi.jpg)