Kamis, 23 April 2026

Opini

Opini: Sensus Ekonomi 2026 untuk Apa?

Tahun ini pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5,4 – 5,6 persen. Apakah target tersebut dapat tercapai?

Editor: Dion DB Putra
DOKUMENTASI PRIBADI ANDREW D. MUNTHE
Andrew Donda Munthe 

Oleh: Andrew Donda Munthe
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur

POS-KUPANG.COM - Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto hadir pada kegiatan Indonesia Economic Outlook 2026 tanggal 13 Februari 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta.

Pidato beliau pada acara tersebut dapat disimpulkan sebagai optimisme yang tinggi mengawal arah kebijakan ekonomi nasional di tahun 2026. 

Tahun ini pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5,4 – 5,6 persen. Apakah target tersebut dapat tercapai?

Berkaca pada kondisi tahun 2025, sebagian besar lapangan usaha tumbuh positif dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11 persen (c-to-c). 

Lapangan usaha yang memberikan kontribusi terbesar terhadap ekonomi nasional adalah sektor industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi dan pertambangan.

Baca juga: Opini: Tuhan Saja Dijual dengan 30 Keping Perak

Bagaimana dengan ekonomi di Nusa Tenggara Timur ( NTT? Stuktur ekonomi di NTT sedikit berbeda. 

Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi kita sedikit di atas angka nasional dengan capaian sebesar 5,14 persen (c-to-c). 

Lapangan usaha yang memberikan kontribusi terbesar pada ekonomi NTT adalah sektor perdagangan, pertanian, administrasi pemerintahan dan jasa pendidikan.

Sekilas Sensus Ekonomi 2026

Gambaran besar terkait kondisi Indonesia dapat kita ketahui melalui pengumpulan data dasar melalui sensus. 

Penyelenggara sensus tersebut adalah Badan Pusat Statistik (BPS). Melalui sensus, data dikumpulkan terhadap seluruh populasi yang ada.

Sesuai dengan Undang Undang, pengumpulan data dasar ini dilakukan setiap 10 tahun. 

Setiap tahun berakhiran “0” dilakukan sensus penduduk, tahun berakhiran “3” dilakukan sensus pertanian dan tahun berakhiran “6” dilakukan sensus ekonomi.

Artinya, tahun 2026 ini, Indonesia akan kembali melakukan sensus ekonomi. Perjalanan sensus ekonomi telah dimulai sejak 40 tahun yang lalu tepatnya di tahun 1986. 

Kala itu, sensus ekonomi merupakan integrasi dari beberapa sensus sektoral (antara lain pertambangan, industri, konstruksi, dan perdagangan). 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved